Breaking News:

Menkes Targetkan Bulan Juni 38 Juta Masyarakat Indonesia Divaksin Covid-19

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menargetkan dalam setahun dapat melakukan vaksinasi Covid 19 sebanyak 181,5 juta masyarakat Indonesia.

(Surya/Didik Mashudi)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (tiga dari kiri) bersama dengan pengasuh Ponpes Lirboyo usai meninjau vaksinasi santri, Selasa (23/3/2021). 

Reporter : Didik Mashudi | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menargetkan dalam setahun dapat melakukan vaksinasi Covid-19 sebanyak 181,5 juta masyarakat Indonesia.

Pada periode Januari - Februari divaksin 3 juta. Sekarang masuk tahap kedua sampai Juni rencananya sampai 38 juta masyarakat yang telah divaksin Covid 19.

"Kenapa cuma sampai segitu, karena vaksinnya tersedianya cuma segitu. Vaksin ini di seluruh dunia jadi rebutan," ungkap Budi Gunadi Sadikin saat berkunjung menyaksikan vaksinasi dengan vaksin AstraZeneca di Ponpes Lirboyo, Kota Kediri, Selasa (23/3/2021).

Diungkapkan Budi Gunadi Sadikin, vaksinasi Covid 19 dengan vaksin AstraZeneca diperoleh secara gratis. "Kita beruntung dapat vaksin gratis dibantu Unicef dan WHO," ujarnya kepada TribunJatim.com.

Diungkapkan, hingga saat ini sudah sekitar 11,7 juta masyarakat Indonesia yang telah divaksin Covid 19. Budi Gunadi Sadikin juga menyampaikan hasil Vidio Conference Menteri Koordinator Ekonomi setiap kali ada liburan jangka panjang angka kasus Covid 19 selalu naik 30 sampai 40 persen.

Baca juga: Hadiri Vaksinasi di Surabaya, Menkes Budi Singgung Soal Vaksin Merah Putih

Baca juga: 8 Shio Beruntung Hari Ini 23 Maret 2021: Shio Naga Ikuti Naluri Anda, Shio Kuda Bangkitkan Jiwa Muda

Baca juga: Perahu Rusak Dihantam Ombak, Seorang Nelayan Hilang di Pantai Pancer Puger Jember

Seperti liburan panjang akhir pekan beberapa waktu lalu ada kenaikan sampai sekitar 50.000. Selama ini angka kasus terkonfirmasi positif Covid 19, sekitar 20 persen masuk rumah sakit dan 80 persen dapat sembuh sendiri.

"Kalau yang terkena 50.000, sekitar 10.000 masuk rumah sakit. Yang meninggal sekitar 2 persen sekitar 2.000," ungkapnya.

Angka tersebut belum termasuk dengan tenaga kesehatan yang juga masuk rumah sakit.

"Mumpung sekarang lagi turun, sementara di negara Eropa seperti Italia dan Prancis angkanya sekarang lagi naik," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved