Breaking News:

Sisa Penyelam Brantas Demi Pasir Legal, Andalkan Fisik dan Kemampuan Tahan Nafas

Nafas Choiron (36) terengah-tengah keluar dari kedalaman air Sungai Brantas Desa/Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung.

david yohanes/surya
Penambang "penyelam" mengangkat pasir dari dasar Sungai Brantas. 

Reporter : David Yohanes | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Nafas Choiron (36) terengah-tengah keluar dari kedalaman air Sungai Brantas Desa/Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung.

Warga Desa Banjarsari, Kecamatan Ngantru ini kemudian mengangkat tomblok ukuran besar berisi pasir dari dasar sungai, dan membawanya ke bantaran sungai.

Tomblok adalah alat khusus mirip ember yang terbuat dari logam, yang dipakai mengeruk pasir.

Roni, panggilan akrab Choiron, adalah satu dari sedikit para pencari pasir tradisional yang masih tersisa.

Mereka masih bertahan dengan cara legal di tengah serbuan penambangan mekanik.

“Kadang bisa sampai enam orang. Kebetulan hari ini hanya ada tiga orang saja,”ucap Roni, saat ditemui di tempatnya bekerja, bantaran Sungai Brantas Desa Ngantru.

Baca juga: Trenggalek Berdarah, Pria Nekat Bacok Keluarganya, Sampai Berujung Maut, Polisi Ungkap Fakta

Baca juga: Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Cangkringmalang Pasuruan

Baca juga: BREAKING NEWS - Petani Desa Bumirejo Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumah Anak Kandung

Hari ini Roni bekerja bersama rekannya yang bernama Yanto (43) dan Nawir (43).

Keberadaan para penambang pasir tradisional ini kian habis, karena banyak yang berhenti.

Alasannya pekerjaan ini butuh fisik yang kuat serta kekuatan menahan nafas di dalam air.

Halaman
1234
Penulis: David Yohanes
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved