Breaking News:

Soal Ribuan Ton Garam Rakyat Tidak Terserap, PT Garam Sumenep Sebut Ada Kuota 1,5 Juta Ton Impor

Corporate Communication, PT Garam (Persero) Kalianget, Kabupaten Sumenep Miftahul Arifin merespon ada kaitannya dengan impor dan menampik soal tidak

TribunJatim.com/ Ali Hafidz
Ribuan ton garam rakyat menumpuk 

Reporter : Ali Hafidz Syahbana | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Corporate Communication, PT Garam (Persero) Kalianget, Kabupaten Sumenep Miftahul Arifin merespon ada kaitannya dengan impor dan menampik soal tidak terserapnya garam rakyat.

Sebab kata Miftahul Arifin ini, hingga hari ini pihaknya mengatakan PT Garam (Persero) ada sisa kuota impor garam rakyat yang dibutuhkan sekitar 1,5 juta ton.

"Soal garam petani sekarang ada sisa kouta impor 1,5 juta ton garam, dan bisa diisi dari garam rakyat," kata Miftahul Arifin pada TribunMadura.com, Selasa (23/3/2021).

Menurutnya, sebenarnya kebutuhan impor itu sebanyak 4,6 juta ton dan yang baru terserap ada sekitar 3,07 juta ton garam.

"Artinya dari 1,5 juta ton ini bisa diisi oleh garam rakyat, maka masih ada untuk melakukan penyerapan," tambahnya.

Baca juga: DPRD Surabaya Desak Minimarket Hentikan Jual Kopi atau Izin Dicabut: Menyalahi Perizinan Minimarket

Ditanya soal rendahnya harga garam petani, pihaknya mengaku sudah membelingaram rakyat diatas rata-rata harga normal.

"Kalau harga nkrmal kan sekitar Rp 200 ribu, kita sudah diatasnya dari harga normal itu," ucapnya.

Diberitakan sebelumbya, ribuan ton garam rakyat menumpuk akibat belum diserap pasar hingga anjloknya harga membuat petani atau petambak di Kabupaten Sumenep kian terpuruk.

Hasil produksi para petani garam tahun 2020 lalu, ada sekitar 80 ribu ton garam rakyat tidak terserap di kota keris ini.

Halaman
12
Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved