Breaking News:

Stok Beras di Kabupaten Malang Melimpah, Pemkab Klaim Neraca Pangan Sudah Surplus

Stok beras di Kabupaten Malang lagi melimpah. Stok bahan pangan pokok produksi pertanian padi itu mengalami surplus hingga kisaran 72 ribu ton

ISTIMEWA
Ilustrasi stok beras 

Reporter: Erwin Wicaksono | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Stok beras di Kabupaten Malang lagi melimpah. Stok bahan pangan pokok produksi pertanian padi itu mengalami surplus hingga kisaran 72 ribu ton.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang Nasri Abdul Wahid menyebut impor beras tidak perlu dilakukan untuk saat ini.

"Kalau neraca pangan sudah surplus, maka kami menginginkan agar produk lokal ini harus diutamakan, didahulukan untuk diserap. Tidak memerlukan beras dari luar (impor), karena kita masih ada cadangan," ujar Nasri ketika dikonfirmasi.

Nasri menyakini produktifitas padi yang melimpah, membuat stok beras di Kabupaten Malang akan aman hingga Hari Raya Idul Fitri tahun 2021.

Baca juga: DPRD Surabaya Desak Minimarket Hentikan Jual Kopi atau Izin Dicabut: Menyalahi Perizinan Minimarket

Stok melimpah beras di Kabupaten Malang membuat harga bahan pokok itu juga menjadi stabil.

"Beras premium itu (harganya) antara Rp 10.500 hingga Rp 11 ribu. Kalau kalau harga eceran tertinggi  Rp 13 ribu. Namun di Kabupaten Malang ada premium harga Rp 10.500," tutupnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Malang sedang getol meningkatkan produksi padi di wilayahnya.

Varietas padi Brang Biji yang diyakini lebih produktif akan ditanam di wilayah Malang Selatan.

"Pertanian yang akan dikembangkan adalah padi hibrida hasil penelitian dari Dinas Pertanian varietas padi Brang Biji. Nantinya akan dibudidayakan di Malang Selatan," beber Bupati Malang, Muhammad Sanusi.

Lahan di wilayah Malang Selatan sebagian besar merupakan lahan pertanian produktif.

Tebu, padi hingga sayur-sayuran ditanam di hampir seluruh kecamatan di Malang Selatan.

Sanusi optimis bibit padi hibrida varietas Brang Biji membuat produktifitas pertanian semakin meningkat.

Ia memprediksi produktivitas padi jenis Brang Biji bisa optimal hingga 15 ton per hektar. (ew)

Kumpulan berita Malang terkini

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved