Breaking News:

Pembunuh Kakek di Trenggalek Pernah Idap Skizofrenia, Polisi Akan Periksa Ulang Kondisi Kejiwaan

Sucipto (35), warga Desa Dongko, Kecamatan Dongko yang menjadi tersangka kasus pembunuhan seorang kakek dan penganiayaan dua keluarganya ternyata

TribunJatim.com/ Aflahul Abidin
Polisi ungkap kasus pembunuhan kakek di Trenggalek 

Reporter: Aflahul Abidin | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK– Sucipto (35), warga Desa Dongko, Kecamatan Dongko yang menjadi tersangka kasus pembunuhan seorang kakek dan penganiayaan dua keluarganya ternyata pernah mengidap Skizofrenia.

Hal itu ditunjukkan lewat hasil pemeriksaan yang dilakukan beberapa tahun lalu.
Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring menjelaskan kondisi kejiwaan tersangka saat menggelar rilis, Rabu (24/3/2021).

“Sucipto, si pelaku, pernah dirawat karena gangguan kejiwaan dan mengalami penyakit skizofrenia atau F20,” kata Doni.
Ketika diperiksa oleh penyidik mulai Selasa (23/3/2021) siang, atau beberapa jam setelah kejadian tragis itu, Sucipto belum bisa memberikan keterangan yang jelas.
Doni mengatakan, tersangka masih mengalami tekanan mental ketika diperiksa.

Baca juga: DPRD Surabaya Desak Minimarket Hentikan Jual Kopi atau Izin Dicabut: Menyalahi Perizinan Minimarket

“Namun pada prinsipnya, penyidik tetap menggali informasi-informasi yang disampaikan oleh pelaku,” sambung Doni.

Informasi yang masih perlu digali oleh para penyidik, yakni apakah pelaku membacok para korbannya dalam keadaan sadar atau tidak. Juga apakah pembunuhan dan penganiayaan itu dilakukan secara spontan atau telah direncakan.

Untuk memastikan kondisi kesehatan mental terbaru, polisi akan memeriksakan ulang kejiwaan Sucipto.

“Kami periksakan kesehatan jiwanya lagi, sehubungan dengan hasil kejiwaan sebelumnya yang menyebutkan tersangka ada riwayat gangguan jiwa,” sambung Doni.
Seperti diberitakan sebelumnya,  kasus pembunuhan di Desa Dongko itu dipicu masalah korek api.

Korban meninggal adalah Wardi (74). Sementara dua korban luka, yaitu pasangan suami-istri Maryono (74) dan Juminem (64).

Ketiganya masih berhubungan keluarga dengan tersangka. Maryono dan Juminem adalah paman dan bibi yang merawat tersangka sejak lama.

Halaman
12
Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved