Breaking News:

Mahfud MD Maafkan Pelaku yang Menggeruduk Rumah Ibunya, Hakim Vonis Ringan Terdakwa

Aji Dores, terdakwa pengancaman pembunuhan sekaligus salah satu dari sekelompok orang pelaku persekusi yang mendatangi rumah ibunda Mahfud MD

YouTube/Najwa Shihab
Mahfud MD maafkan terdakwa pengancaman 

Reporter: Kuswanto Ferdian | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Aji Dores, terdakwa pengancaman pembunuhan sekaligus salah satu dari sekelompok orang pelaku persekusi yang mendatangi rumah ibunda Mahfud MD, divonis hukuman 7 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (23/3/2021).

Putusan hakim ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sebelumnya Aji Dores dituntut 1 tahun penjara dan didakwa secara alternatif melakukan tindak pidana.

Meliputi, kesatu: penghasutan untuk melakukan tindak pidana (Pasal 160 KUHP; atau kedua: perbuatan tidak menyenangkan (Pasal 335 ayat (1) KUHP; atau Ketiga: kekarantinaan kesehatan (Pasal 93 jo 9 UU No. 6 Tahun 2018).

Baca juga: Cerita Pilu Suami Bu Kades Diusir dari Rumah Setelah Kuak Perselingkuhan Sang Istri dengan Bawahan

Aji Dores mendapat vonis ringan dari majelis hakim, salah satunya berkat pemberian maaf dan permohonan Mahfud MD agar Aji Dores mendapat hukuman yang ringan.

Keponakan Mahfud MD, Firman Syah Ali mengatakan, dalam surat yang ditujukan Menkopolhukam, Mahfud MD ke Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya, sejak awal sudah memaafkan terdakwa.

Menurut dia, pamannya sejauh menyangkut hak pribadinya, tidak pernah mengadukan atau melaporkan perbuatan terdakwa kepada aparat penegak hukum.

"Sejauh menyangkut pribadi paman saya, sejak awal Mahfud MD sudah memaafkan terdakwa sehingga apabila nantinya terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan Penuntut Umum, maka saya berharap permaafan saya ini bisa dijadikan pertimbangan untuk meringankan hukuman bagi yang bersangkutan," ujar Firman Syah Ali mengutip isi surat Mahfud MD dalam surat permohon yang diajukan ke PN Surabaya sebelum sidang putusan, Kamis (25/3/2021).

Kata pria yang akrab disapa Cak Firman ini, perkara yang menjerat Aji Dores merupakan delik umum dan bukan delik aduan.

Mengacu dari delik itu, perkara Aji Dores tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum untuk diselesaikan secara hukum berdasarkan hukum yang berlaku.

Sebelumnya, Aji Dores diamankan Polda Jawa Timur pada awal Desember 2020 lalu. 

Ia adalah salah satu pelaku persekusi rumah Ibunda Mahfud MD yang juga meneriakkan ancaman pembunuhan pada Selasa (1/12/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.

Kumpulan berita Madura terkini

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved