Breaking News:

Menakar Peluang dan Potensi BSI, Pasca Jadi Catatan Sejarah Merger Bank Tercepat di Dunia

Sebagaimana yang diketahui bersama, sejak per 1 Februari kemarin, Indonesia telah resmi memiliki holding Bank Syariah Indonesia (BSI)

Istimewa/TribunJatim.com
Ilustrasi merger Bank Syariah Indonesia 

Reporter: Fikri Firmansyah | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sebagaimana yang diketahui bersama, sejak per 1 Februari kemarin, Indonesia telah resmi memiliki holding Bank Syariah Indonesia (BSI).

BSI yang terbentuk dari hasil merger antara Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah dan BRI Syariah itu juga menorehkan sejarah.

Ya, berdirinya BSI juga jadi catatan sejarah sebagai merger Bank tercepat di dunia, yakni dalam waktu 11 bulan saja.

Lalu apa saja potensi dan peluang baik bagi Indonesia pasca lahirnya BSI di tanah air?

Pakar Hukum Syariah UNAIR Dr. Prawitra Thalib, S.H., M.H. menuturkan bahwa keputusan merger BSI tersebut sudah tepat.

Baca juga: Terungkap Tujuan Khusus Soeharto Selalu Cari Kopassus Berkaki Satu, Bertempur Habis-habisan di Papua

"Karena BSI ini punya potensi untuk memperkuat daya saing Perbankan Syariah di Indonesia," ujar Dr. Prawitra, Kamis (25/3/21) di Surabaya.

Menurutnya, merger ini merupakan strategi pemerintah untuk memperkuat daya saing perbankan syariah.

“Melalui merger tersebut diestimasi kekuatan modal BSI dapat masuk kategori Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) IV. Dengan status Buku IV ini, kesempatan mereka berkembang dan berekspansi akan semakin luas,” ungkapnya.

Baca juga: Cerita Pilu Suami Bu Kades Diusir dari Rumah Setelah Kuak Perselingkuhan Sang Istri dengan Bawahan

Ia juga menjelaskan, berkaca kebelakang, sejak ditetapkan pada UU No 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, kinerja bank-bank syariah BUMN di Indonesia tidak mengalami perkembangan yang progresif meskipun bank syariah BUMN sudah lama dibentuk.

Halaman
12
Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved