Breaking News:

Pembangunan Floodway Sampang Terkendala Pembebasan Lahan

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan bahwa banjir tahunan di Kabupaten Sampang akibat meluapnya Sungai Kemuning akan diatasi

SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. 

Reporter: Fatimatuz Zahroh | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIIM.COM, SURABAYA  - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan bahwa banjir tahunan di Kabupaten Sampang akibat meluapnya Sungai Kemuning akan diatasi dengan floodway. Namun ternyata pembangunan floodway masih terkendala pembebasan lahan. 

Pembebasan lahan oleh Pemkab Sampang harus disegerakan baru kemudian pembangunan fisik floodway di Kabupaten Sampang bisa segera direalisasikan. 

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Kepala Bidang Sungai Waduk dan Pantai Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur Pramono Hari Setyawan, Kamis (25/5/2021). Ia menegaskan bahwa pembebasan lahan di Sampang belum dimulai sehingga pembangunan fisik jalur banjir belum bisa direalisasikan. 

Baca juga: Cerita Pilu Suami Bu Kades Diusir dari Rumah Setelah Kuak Perselingkuhan Sang Istri dengan Bawahan

"Jadi masalahnya di Kabupaten Sampang, banjir tahunan, adalah akibat over-capacity dari Sungai Kemuning. Dari total kapasitas tampungan debit sungai 423 m3 per detik, saat ini yang mampu tertampung hanya 130 m3 per detik. Makanya meluber terus," katanya. 

Berbagai upaya telah dilakukan oleh Dinas SDA Jatim dan juga pihak terkait guna menambah kapasitas tampungan air sungai. Mulai dari normalisasi dan pengerukan. Namun kapasitas hanya bertambah sediki, menjadi 200 an meter kibik per detik. 

Sehingga jalan satu-satunya untuk mengatasi agar banjir tak terus terjadi setiap kali hujan deras di Sampang, adalah dengan membangun floodway. Perencanaan pembangunan floodway telah direncanakan sejak tahun 2017. Namun hingga saat ini realisasinya masih belum berjalan. 

"Butuh pembebasan lahan yang besar memang. Butuhnya sekitar Rp 253 an miliar. Pembebasan lahan itu kewenangannya kabupaten. Begitu pembebasan lahan selesai maka fisik bisa dibangunkan oleh Kementerian PU," tandasnya. 

Floodway yang yang akan dibangun rencananya adalah sepanjang 7 kilometer. Dengan floodway ini, akan diarahkan debit air menuju muara dan alirannya lebih besar. Namun hingga saat ini progres belum nampak. Sehingga Pemprov hanya bisa mendorong agar pembebasan lahan dipercepat. 

"Kalau kita, bergerak sesuai tupoksi. Kita sudah berusaha dengan menambah pompa pengendali dan berpartisipasi dalam normalisasi. Kalau pembebasan lahan itu kewenangannya daerah," tandasnya. 

Selain mempercepat pembangunan floodway, Pemprov Jatim melalui Dinas PU Sumber Daya Air telah membangun lima pompa banjir di Sampang yang saat ini di install ulang karena ada yang sistemnya terganggu.

Sebagaimana diketahui banjir tahunan di Kabupaten Sampang sudah berlangsung lama. Setiap hujan deras turun, maka sungai meluap dan menyebabkan rumah rumah warga terendam banjir.

(Fz/fatimatuz zahroh)

Kumpulan berita Jatim terkini

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved