Breaking News:

Cari Bonsai Berujung Petaka, Seorang Pria Tenggelam Terseret Arus di Sungai Pikatan Jatirejo

Seorang pria dikabarkan tenggelam hanyut terseret arus Sungai Pikatan, di Dusun Kedungrupit, Desa Sumengko, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

surya/doni
Tim Sar gabungan melakukan proses pencarian terhadap korban tenggelam di Sungai Pikatan, Dusun Kedungrupit, Desa Sumengko, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. 

Reporter: Mohammad Romadoni I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Seorang pria dikabarkan tenggelam hanyut terseret arus Sungai Pikatan, di Dusun Kedungrupit, Desa Sumengko, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Kapolsek Jatirejo, AKP Hendro Susanto mengatakan identitas korban tenggelam bernama M.Safi'i (24) warga Dusun/ Desa Kalen, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto.

"Proses pencarian korban masih terus dilakukan hingga kini korban belum ditemukan," ungkapnya saat dikonfirmasi Tribunjatim.com, Sabtu (27/5/2021).

Hendro mengatakan berdasarkan sesuai keterangan saksi adapun kronologi kejadian mulanya korban mengendarai motor Honda Beat S 4436 QL bersama rekannya Ayyub Zakaria (26) warga Desa Kalen, Kecamatan Dlanggu mencari pohon loa untuk dijadikan bonsai di sekitar Sungai Pikatan, pada Jumat (26/3/2021) sekitar pukul 15.00 WIB.

Kemudian, saksi bersama korban akan menyeberangi sungai Pikatan berarus deras untuk mencari pohon bonsai. 

Mereka mengikat tali tambang pada bagian badan masing-masing untuk menyeberangi sungai. Celakanya, korban terpeleset batu kali yang licin hingga terbawa arus sungai.

Rekan korban sudah berupaya menolongnya dengan menarik tali tambang namun dia tidak berdaya karema saking derasnya arus sungai.

"Sehingga saksi melepaskan ikatan tali di badannya dia berusaha melompat  menolong korban namun tidak mampu karena arus sungai," ucap Hendro.

Pantauan di lokasi kejadian, Tim Sar gabungan dari Basarnas, BPBD Kabupaten Mojokerto dan potensi relawan Mojokerto masih melakukan upaya pencarian korban tenggelam di Sungai Pikatan.

Proses pencarian korban sempat terkendala arus sungai yang begitu deras dan air berwarna keruh sehingga menyebabkan minimnya jarak pandang. Apalagi, banyak batu-batu cadas kali yang berada di aliran sungai tersebut.

Sedangkan, kedalaman sungai bervariasi diperkirakan sekitar empat meter hingga lebih dari lima meter.

Petugas Tim Sar melakukan pencarian korban menyusuri sungai dengan menggunakan perahu karet

Pencarian juga dilakukan dengan memakai peralatan pelampung untuk menyisir bagian sungai dalam radius di sekitar lokasi korban tenggelam.

Sampai berita ini ditulis, korban tenggelam terbawa arus Sungai Pikatan belum ditemukan.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Ndaru Wijayanto
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved