Pencari Bonsai Hilang Terseret Arus Sungai Pikatan Jatirejo Mojokerto, Pencarian Diperluas 3,5 KM

Tim Sar melakukan pencarian korban tenggelam di Sungai Pikatan, Dusun Kedungrupit, Desa Sumengko, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Yoni Iskandar
Surya/Mohammad Romadoni
Lokasi kejadian pencari bonsai hanyut terseret arus Sungai Pikatan di Dusun Kedungrupit, Desa Sumengko, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. 

Penulis : Mohammad Romadoni | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Tim Sar gabungan masih berupaya melakukan pencarian korban tenggelam di Sungai Pikatan, Dusun Kedungrupit, Desa Sumengko, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Korban bernama M.Safi'i (24) warga Dusun/ Desa Kalen, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto tersebut hanyut terseret arus sungai saat mencari bonsai di Sungai Pikatan.

Pencarian korban tenggelam dilakukan oleh Basarnas Surabaya, BPBD Kabupaten Mojokerto dan potensi relawan dengan menyusuri sungai menggunakan perahu karet.

Koordinator Lapangan (Korlap) Basarnas Surabaya, Ainul Mukhdin mengatakan pencarian remaja tenggelam melibatkan sekitar 50 orang Tim Sar gabungan yang dibagi menjadi lima SRU, yaitu empat SRU air dan satu SRU darat. Radius pencarian korban diperluas dengan pensisiran sungai menggunakan perahu karet (Rafting). Kedalaman sungai di titik lokasi kejadian sekitar empat meter sampai tujuh meter yng berbentuk seperti cekungan di bawah Sungai Pikatan.

"Radius pencarian diperluas dari lokasi kejadian korban tenggelam sampai Pintu Air Penewon sekitar 3,5 kilometer," ungkapnya di lokasi kejadian, Sabtu (27/3/2021).

Baca juga: Meski Sudah Kembali Pulang, Keluarga Ara Minta Proses Hukum Tetap Berlanjut

Baca juga: Bams Jawab Isu Hubungan Terlarang Mikhavita Wijaya dan Hotma Sitompul, Istri Ungkap Alasan Cerai

Baca juga: Cari Bonsai Berujung Petaka, Seorang Pria Tenggelam Terseret Arus di Sungai Pikatan Jatirejo

Menurut dia, pencarian korban sempat terkendala debit arus sungai yang dan kondisi medan curam banyak batu-batu cadas kali. Kemudian, banyak tumpukan ranting dan pohon serta air berwarna keruh sehingga minim jarak pandang ke dalam sungai.

Saat ini sebagian Tim Sar melakukan pencarian di Dam Penewon, Desa Jambuwok, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Progress pencarian korban tenggelam hingga kini belum membuahkan hasil. Apalagi, hujan deras mengguyur lokasi kejadian yang menyebabkan debit air sungai meningkat.

"Pencarian korban sampai nanti sore sekitar pukul 16.30 WIB dan jika belum juga ditemukan maka dilanjutkan besok,"

Ainul menjelaskan kronologi kejadian korban mencari bonsai di sekitar Sungai Pikatan, pada Jumat (26/3/2021) sekitar pukul 14.00 WIB. Kemudian, korban dikabarkan tenggelam hanyut terbawa arus sungai sekira pukul 15.00 WIB.

"Korban berenang mencari bonsai kemungkinan kecapekan terbawa arus sungai dan tenggelam, di samping itu dia juga membawa tas ransel yang berisi peralatan bonsai seperti, pisau gergaji dan lainnya," jelasnya kepada TribunJatim.com.

Menurut dia, rekan korban sempat menolongnya menarik tali tambang yang sebelumnya diikat di badannya. Namun, tali terlepas lantaran saking derasnya arus sungai.

Sedangkan, masih terdapat potongan batang pohon di pinggir sungai yang merupakan lokasi kejadian korban terseret arus Sungai Pikatan.

"Korban sempat melambaikan tangan sampai sejauh sekitar 200 meter dari titik lokasi kejadian dan hilang terseret arus sungai," ucap Ainul.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved