Breaking News:

Peluru Mortir Hasil Penyerahan Warga Dimusnahkan Brimob, Ternyata Masih Aktif

Polsek Klojen bersama Detasemen Gegana, Satuan Brimob, Polda Jawa Timur memusnahkan peluru mortir pada Minggu (28/3/2021).

tribunjatim/kukuh
Personil Detasemen Gegana, Satuan Brimob, Polda Jawa Timur saat mempersiapkan peralatan yang digunakan untuk pemusnahan peluru mortir di Lapangan Sampo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Minggu (28/3/2021). 

Reporter : Kukuh Kurniawan I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Polsek Klojen bersama Detasemen Gegana, Satuan Brimob, Polda Jawa Timur memusnahkan peluru mortir pada Minggu (28/3/2021).

Kegiatan pemusnahan tersebut dilakukan di Lapangan Sampo, Jalan Sempu, Kota Malang.

Seperti diberitakan sebelumya, pada Sabtu (27/3/2021) sekitar pukul 13.00 WIB. Datang dua orang masyarakat ke SPKT Polsek Klojen.

Mereka datang membawa kardus berisikan peluru mortir lonjong, dimana peluru itu memiliki diameter 10 centimeter dan panjang 15 centimeter

Diketahui, peluru itu ditemukan di dalam tanah pada tahun 1990. Kemudian disimpan di atas plafon rumah.

Karena benda tersebut terbilang sangat berbahaya, maka masyarakat yang menyimpan mortir itu menyerahkannya ke Polsek Klojen.

Kapolsek Klojen, Kompol Nadzir Syah Basri menjelaskan peristiwa pemusnahan peluru mortir tersebut.

"Prosesnya mulai menuju lokasi hingga peledakan, memakan waktu sekitar satu jam. Sebab titik tanah yang ditentukan di Lapangan Sampo, harus digali terlebih dahulu. Dengan kedalaman hingga sekitar 50 cm," ujarnya kepada TribunJatim.com.

Kemudian empat personil Detasemen Gegana, Satuan Brimob, Polda Jatim dan didampingi beberapa petugas dari Polsek Klojen, membawa peluru mortir itu. Lalu dikubur di lubang yang telah dibuat sebelumnya.

Setelah dirasa aman, petugas kemudian memberikan aba-aba untuk dilakukan peledakan.

"Dari hasil pemusnahan yang dilakukan, peluru mortir tersebut dinyatakan masih aktif. Namun termasuk dalam kategori kecil. Dimana ledakannya sedang, semacam mercon tapi yang ukuran besar," jelasnya.

Dirinya juga mengungkapkan alasan pihaknya memilih Lapangan Sampo untuk tempat pemusnahan dan peledakan peluru mortir.

"Setelah dikoordinasikan, masyarakat setempat bisa menerima. Karena efek ledakan tidak terlalu berdampak sama sekali," pungkasnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Ndaru Wijayanto
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved