Berita Mojokerto

Petani di Pucuk Mojokerto Mendadak Kaya Berkah Harga Cagai Rawit Selangit, Tiap Hari Beli Motor Baru

Sejumlah petani cabai di Desa Pucuk, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto mendadak kaya gegara harga cabai rawit selangit.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Hefty Suud
SURYA/MOHAMMAD ROMADONI
Petani cabai di Desa Pucuk, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. 

Reporter: Mohammad Romadoni | Editor: Heftys Suud

TRIBUNAJTIM.COM, MOJOKERTO - Sejumlah petani cabai di Desa Pucuk, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto ramai-ramai memborong kendaraan motor dan mobil, berkah dari mahalnya harga cabai.

Mereka membeli puluhan motor dan mobil secara kontan, dari hasil keuntungan panen cabai saat harga cabai rawit selangit, tembus Rp 90 ribu hingga Rp 95 ribu per kilogram ditingkat petani.

Kepala Desa Pucuk, Nanang Sudarmawan membenarkan adanya masyarakat khususnya petani cabai yang memborong kendaraan motor dan mobil hingga membangun rumah yang dibeli kontan dari hasil panen cabai rawit.

Baca juga: Identitas Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar Terkuak? Nama Hasnawati Dikantongi, CCTV Rekam Ledakan

Baca juga: Berkah Mahalnya Harga Cabai, Petani di Mojokerto Bangun Rumah Hingga Borong Kendaraan

"Kalau jumlah kendaraan yang dibeli itu setahu saya sampai saat ini ada puluhan sekitar 30-50 motor. Memang paling banyak motor Scoopy, ada juga motor PCX dana juga dua mobil," ungkapnya saat ditemui di kediamannya, Minggu (28/3/2021).

Menurut dia, paling banyak petani cabai yang memborong kendaraan motor tersebut berada di Desa Pucuk yang wilayahnya lebih luas dan mayoritas penduduknya adalah petani cabai.

Setidaknya, ada lima dusun di Desa Pucuk yaitu Dusun Wotgaru, Dusun Pucuk paling besar, Dusun Brejel Lor, Dusun Brejel Kidul dan Dusun Kwarigan. 

Dari jumlah penduduk di Desa Pucuk sekitar 1.100 KK (Kepala Keluarga) sekitar 95 persen bekerja sebagai petani yang rata-rata mempunyai lahan cabai.

Baca juga: Usir Bosan Pembelajaran Jarak Jauh, KB TK Al-Hikmah Surabaya Ajak Siswa Main Mobile Outbound

Baca juga: Yamaha WR 155 Berhasil Trabas Medan Berat Lereng Gunung Arjuna - Welirang, Ini Rahasianya

Mereka menanam cabai di lahan persawahan priabadi dan sebagian manfaatkan lahan tanaman kayu putih milik Perhutani. 

"Paling banyak ya di Dusun Pucuk itu petani cabai yang beli kendaraan, ada yang merenovasi atau membangun rumahnya dari hasil panen cabai," jelasnya.

Nanang menyebut harga cabai dalam masa panen di Dawarblandong tahun 2021 ini memang relatif bagus dan bertahan lama hampir 1,5 bulan. 

Harga cabai rawit ditingkat petani dari Rp 50 ribu saat awal panen pada Februari yang terus merangkak naik hingga puncaknya mencapai Rp 90 ribu sampai Rp 95 ribu per kilogram.

Apalagi, saat itu di luar daerah minim ketersediaan cabai sehingga petani di Dawarblandong beruntung mempunyai banyak pasokan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved