Berita Lamongan

Santri di Mata Bupati Lamongan Dalam Orasi Ilmiahnyadi Ponpes Sunan Drajat

Kalangan santri di mata Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi mempunyai potensi yang lengkap, bahkan jiwa entrepreneurship ada dan berkembang

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Yoni Iskandar
surya/Hanif Manshuri
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi diacara wisuda santri Pondok Pesantren Sunan Drajad, Sabtu (27/3/2021). 

Reporter : Hanif Manshuri | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Kalangan santri di mata Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi mempunyai potensi yang lengkap, bahkan jiwa entrepreneurship ada dan berkembang pada para santri.

"Santri harus memiliki jiwa entrepreneurship untuk bisa menjadi pelopor kejayaan Lamongan, " ungkap Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi di depan para santri dalam orasi ilmiahnya pada wisuda santri Pondok Pesantren Sunan Drajat, Sabtu (27/3/2021).

Tema orasi Menyiapkan Sumber Daya Manusia Unggul dan Mewujudkan Kejayaan Lamongan, menurutnya sangat pas, selain jiwa entrepreneurship, masih ada empat hal lagi yang harus dimiliki santri, yakni santri harus memiliki kecerdasan intelektual dan daya nalar yang tinggi, berjiwa kreatif, berinovasi dan harus berdiri di atas keteguhan dan keistiqomahan memegang prinsip karakteristik santri.

“Lima hal tersebut harus dimiliki santri untuk menghadapi tiga tantangan ke depan, yakni tantangan perubahan demografi, perubahan teknologi dan tantangan perubahan ekonomi,” ungkapnya.

Baca juga: Ayus Sabyan Disebut Sosok Ini Bakal Lamar Nissa Sabyan Diam-diam Tahun Depan, 2023 Awal Pernikahan

Baca juga: Viral, Bentrok Warga Dengan Perguruan Silat di Tuban, Dipicu Konvoi Motor Usai Kopdar

Baca juga: Polda Jatim Gerak Cepat Proses Laporan AJI terkait Dugaan Kekerasan Koresponden TEMPO Media

Yuhronur menambahkan, selain santri sehari-hari harus meneladani Rasulullah SAW sebagai pemilik soft skill terbaik, dalam mewujudkan tujuan dengan menerapkan kunci utama berprestasi, yakni fokus pada tujuan, kesungguhan (sidiq), kelayakan untuk dipercaya (amanah), komunikasi (tabligh) yang tepat sasaran dan kecerdasan.

“Saya berpesan kepada para wisudawan, untuk mendukung kelima aspek tersebut kita harus meneladani Rasulullah SAW , buat kita sebagai santri, kiprah Beliau dalam mewujudkan tujuan melalui penerapan konsep hidup, harus benar-benar kita teladani,” ungkapnya.

Untuk mendukung santri yang unggul dan kompetitif, masih kata Yuhronur, Pemerintah Kabupaten Lamongan telah mempersiapkan berbagai program yang dapat diakses oleh para wisudawan. Program tersebut antara lain, santri preneur, 10.000 wirausaha baru, beasiswa sampai S2 bagi santri berprestasi dan tidak mampu, serta beasiswa khusus tahfidz.

“Selain itu, kami telah mempersiapkan program Lamongan religi sebagai sarana untuk menjaga syi'ar Islam," katanya kepada TribunJatim.com.

Diakhir orasinya, Yuhronur berpesan agar santri dan santriwati tidak berhenti belajar, menempuh ilmu agama maupun teknologi. Selain itu juga harus terus menjaga silaturahim antar sesama, dengan kiyai, ustadz dan ustadzah, juga keluarga besar Pondok Pesantren Sunan Drajat.

Kecerdasan, titel yang tinggi itu tidak berguna jika tidak ada sikap sosial. Semaju-majunya manusia harus menjaga silaturahim. Jangan lupakan kebaikan-kebaikan yang telah diberikan selama ini, serta jaga nama baik almamater.

Berita tentang Ponpes Sunan Drajat

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved