Breaking News:

Dampak Refocusing Covid-19, PUPR Trenggalek Batal Renovasi Seluruh Bangunan Tahun Ini

Refocusing atau pengalihan anggaran untuk penanganan pandemi Covid-19 di Kabupaten Trenggalek berdampak pada banyak sektor.

Surya/Aflahul Abidin
Kantor PUPR Kabupaten Trenggalek. 

Reporter : Aflahul Abidin | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Refocusing atau pengalihan anggaran untuk penanganan pandemi Covid-19 di Kabupaten Trenggalek berdampak pada banyak sektor.

Salah satunya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menghapus seluruh rencana renovasi gedung pemerintahan tahun ini.

Anggaran yang sedianya dialokasikan untuk renovasi gedung dan bangunan dialihkan seluruhnya untuk penanganan pandemi.

“Tidak ada (renovasi bangunan). Kelihatanya nol gedung (yang direnovasi),” kata Kepala Dinas PUPR Kabupaten Trenggalek Ramelan, Selasa (30/3/2021).

Seperti diketahui, Pemkab Trenggalek menargetkan pengalihan anggaran untuk Covid-19 dari APBD senilai Rp 105 miliar.
Anggaran itu diambil dari alokasi yang sebelumnya disediakan di tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Di PUPR, kata Ramelan, anggaran untuk renovasi gedung dan bangunan menjadi salah satu sasaran prioritas refocusing.

Baca juga: Ketahuan Curi Motor, Satu Pelaku Curanmor Didor Polisi, Rekan Lainnya Masih Berkeliaran

Baca juga: Persiapan Musim Kemarau Ini Rekomendasi BMKG Juanda Terhadap Pemerintah Provinsi Jatim

Baca juga: Hidup Aneh Pelaku Bom Makassar, Pernikahan Semu, Polisi Jawab Isu Istri Hamil saat Beraksi: Meledak

“Nilai total di PUPR untuk refocusing masih dibahas. Belum keluar. Tapi yang jelas, yang masuk prioritas refocusing yang itu, renovasi gedung dan bangunan,” sambungnya.

Pada pembahasan APBD 2021 sebelumnya, PUPR sempat memasukkan usulan beberapa titik renovasi gedung dan bangunan. Seperti renovasi kantor kecamatan dan kantor dinas.

Meski demikian, PUPR menyebut, batalnya renovasi gedung dan bangunan tahun ini tak berdampak signifikan. Sebab, gedung dan bangunan yang harusnya direnovasi masih layak tempati.

“Semestinya tidak jadi masalah. Kalau gedung, paling dampaknya jadi tidak update. Fungsinya masih bisa,” tutur Ramelan kepada TribunJatim.com.

Di sisi lain, PUPR tetap mempertahankan anggaran untuk perbaikan jalan yang mendesak. Salah satu contohnya, pembangunan jalan Nglongsor-Karangan sepanjang 1,6 kilometer (km) yang telah rusak parah.

Pembangunan jalan yang menelan anggaran sekitar Rp 5 miliar ini telah dimulai dan ditargetkan rampung pada Juli.

Ada juga pembangunan jalan Bangunsari-Prapatan yang masuk wilayah Kecamatan Pule dan Panggul senilai Rp 3,2 miliar. Dua proyek ini sudah dilelang sejak awal 2021.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved