Breaking News:

Ngaji Gus Baha

Gus Baha : Guyonan Nabi Dengan Sahabat Soal Fitnah Dajjal

KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau biasa disapa dengan Gus Baha dalam suatu pengajian kitab bersama para santri menjelaskan tentang Nabi Muhammad SAW

Penulis: Yoni Iskandar | Editor: Yoni Iskandar
istimewa
Gus Baha' ketika melayani Hafid sang sopir ingin foto bersama 

Saya sudah pernah melakukannya. Punya uang 200 ribu, yang 50 ribu saya kasih ke orang secara jahran (terang-terangan). Berarti sudah satu sedekah secara terang-terangan.

Kemudian yang 50 ribu saya kasihkan secara sirran atau secara rahasia. Berarti sudah 100 ribu sedekah ‘ala niatan wa sirrran (terang-terangan dan samar-samar).
Sedekah satu di malam hari dan terakhir di siang hari. Sebab, Sayidina Ali atau orang dulu itu benar-benar memperhatikan Al-Qur’an sampai sebegitunya (detail).

ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُم بِٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ سِرًّا وَعَلانِيَةً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ

Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Jadi, Sayyidina Ali apabila hendak sodaqoh akan menghitung uangnya dulu.

“Semalam aku sudah sedekah, oh berarti malam sudah. Kemudian siang tadi belum berarti nanti sedekah siang. Kemudian sedekah yang tertutup lantas kemudian yang terang-terangan," papar Gus Baha.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved