Breaking News:

Marak Fintech, Pakar Ekonomi Unair Soroti Potensi Hiperinflasi Jika Pengawasan Pemerintah Kendur

Financial Technology banyak bermunculan seiring era revolusi industry 4.0. Ekonom Dr Wisudanto ingatkan potensi gelembung ekonomi.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Ekonom dari Unair, Dr Wisudanto, SE., MM, CFP, ASPM. 

Reporter: Fikri Firmansyah | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Era kini, perusahaan Financial Technology (Fintech) kian banyak bermunculan.

Hal itu wajar, melihat era kini adalah era teknologi atau era Revolusi Industri 4.0.

Namun, kondisi itu juga bukan berarti hal yang bagus jika tidak dibarengi dengan pengawasan yang ketat dari Pemerintah.

Baca juga: Mojokerto Berdarah, Satu Keluarga Jadi Korban Kekejaman Anak Kandung, Warga Dengar Suara

Baca juga: Keji, Gadis Usia 16 Dimutilasi, Kepala Direbus di Panci Mendidih, Diduga Korban Diperkosa Dulu

Pasalnya, banyak pula lembaga atau perusahaan Fintech yang belum mengantongi ijin resmi dari OJK alias mereka masih berstatus ilegal.

Selepas itu semua, ternyata maraknya Fintech disebut-sebut bisa juga menyebabkan gelembung ekonomi.

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Ekonom Dr Wisudanto, SE., MM, CFP, ASPM.

Pakar Ekonomi Unair yang akrab disapa Wisudanto itu menjelaskan, maraknya Fintech perlu menjadi perhatian bagi para ekonom dan instasi terkait.

"Salah satu potensi permasalahan ekonomi yang terjadi karena adanya Fintech adalah terjadinya gelembung ekonomi atau economic bubble akibat transaksi produk atau asset dengan harga yang lebih tinggi dari nilai fundamentalnya," terangnya, Rabu (31/3/2021).

Baca juga: Tata Cara Mandi Wajib Lengkap Bagi Pria, Disertai Bacaan Doa dan Niat, Tulisan Arab Latin dan Arti

Baca juga: 8 Polsek di Polres Kediri Tak Lagi Tangani Penyidikan, Kapolres Beri Tanggapan

Halaman
12
Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Adi Sasono
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved