Breaking News:

Surat Permohonan Bantuan Tidak Digubris, Ojol Siap Gelar Aksi Frontal Jilid 3 di Kota Surabaya

rontal (Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal) saat ini sedang mempersiapkan aksi unjuk rasa turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi pada 6 Apri

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Yoni Iskandar
Surya/Febrianto Ramadani
Aksi Frontal Jilid 2 yang digelar pada 15 September 2020 lalu dan sempat membuat macet beberapa ruas jalan protokol di Surabaya saat itu. 

Reporter : Febrianto Ramadani | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Frontal (Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal) saat ini sedang mempersiapkan aksi unjuk rasa turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi pada 6 April mendatang.

Mereka merespon pernyataan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dianggap tidak menggubris surat permohonan bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) untuk driver online tahap kedua.

Ketua Presidium Frontal, Tito Achmad menjelaskan, tuntutan yang akan disampaikan, antara lain bantuan JPS tahap kedua, BBM bersubsidi untuk driver online, revisi potongan aplikasi 20 persen yang dikenakan pada driver online tiap kali orderan masuk, tuntutan alokasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan aplikasi untuk driver online, serta standar tarif netto untuk driver online.

"Termasuk masih adanya oknum debt colector external dari leasing yang menarik paksa kendaraan yang dimiliki driver online untuk mencari nafkah sehari-hari di masa pandemi seperti sekarang ini," ujarnya dalam keterangan pers, Rabu (31/3/2021)

Pada intinya, kata Tito, Frontal sudah mengirinkan surat permohonan bantuan sosial untuk driver online tahap kedua pada Gubernur Jawa Timur. Sebelumnya, Frontal sudah membuat surat permohonan pengajuan bansos dan dikirimkan pada Gubernur Jawa Timur, akan tetapi belum mendapatkan respon atau jawaban apapun sampai Selasa (23/3/2021), sesuai surat tertanggal 1 Maret 2021 dan dikirimkan pada keesokan harinya.

Baca juga: Apesnya Nasib Pria Booking PSK Tania yang Datang Malah Asep, Ramai Dikeroyok Natasya dan Maudy

Baca juga: Bu Kades Ngotot Tak Selingkuh, Chat Nakalnya Sama Salam Dibocorkan Suami, Pap Foto Buka Kancing Baju

Baca juga: Nginap Bersama 3 Pria di Pantai Ngliyep, Seorang Wanita Ditemukan Tewas

Tembusannya pada Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur, Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Timur dan Walikota Surabaya.

"Sayangnya, surat permohonan kami tersebut tidak digubris sama sekali alias tidak mendapatkan jawaban. Jadi, ini adalah desakan dari rekan-rekan driver online, baik roda dua maupun roda empat untuk kita sampaikan pada Bu Khofifah selaku Gubernur Jawa Timur. Kita salah jika tidak menyampaikan apa yang menjadi aspirasi dari driver online," jelasnya.

Meskipun demikian, pihak Frontal masih membuka jalur diplomasi dan audiensi untuk membahas tuntutan-tuntutan tersebut.

"Kami masih membuka jalur musyawarah mufakat terkait tuntutan yang diserukan oleh rekan-rekan driver online melalui aksi Frontal Jilid 3. Semoga segera ditanggapi oleh Gubernur Jawa Timur dan dinas-dinas terkait sehingga kami bisa menyampaikan langsung tuntutan kami tersebut sebelum keputusan untuk turun ke jalan pada 6 April mendatang benar-benar kami lakukan," harap Daniel Lukas Rorong, Humas Frontal kepada TribunJatim.com.

Berita tentang Ojek Online

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved