Breaking News:

Berita Viral

Derita Wanita Selalu Pingsan Tiap Lihat Pria Rupawan, 'Lumpuh Mendadak', sampai Malu, Fakta Terkuak

Jika Brown melihat seseorang dan dia tertarik kepadanya, dia akan mengalami kelumpuhan mendadak dan pingsan.

Freepik
ILUSTRASI Kisah wanita pingsan tiap lihat pria menarik hingga saat tertawa. 

Penulis: Ani Susanti | Editor: Sudarma Adi

TRIBUNJATIM.COM - Inilah kisah wanita selalu pingsan tiap lihat pria rupawan.

Wanita itu malu karena kondisinya yang sering lumpuh mendadak.

Tubuhnya akan melemah tak hanya saat melihat pria rupawan.

Fakta kondisi kesehatannya pun terungkap.

Baca juga: Tidur Siang, Wanita Ini Bangun Merasa Ada yang Menindih, Teriak Lihat Wajah Tetangga di Pelukannya

Wanita itu bernama Kirsty Brown (32) di Inggris.

Brown selalu menghindari kontak mata dengan pria yang menarik.

Hal itu dilakukan karena wanita ini akan pingsan jika dia menyukai pria yang dipandangnya.

Baca juga: Drama Istri Kejar Suami Selingkuh, Lompat ke Mobil Dibantu Ipar, Jalan Macet, Si Pria Kurang Ajar

Dilansir TribunJatim.com dari Kompas.com, ibu dua anak tersebut rupanya mengidap cataplexy, suatu kondisi pemicu emosi yang kuat sehingga membuatnya kehilangan kendali atas tubuhnya.

Jika Brown melihat seseorang dan dia tertarik kepadanya, dia akan mengalami kelumpuhan mendadak dan Pingsan.

Diberitakan The Sun, 23 Maret, rupanya bukan hanya ketertarikan yang membuat Brown mengalami pingsan.

Wanita asal Northwich, Inggris, tersebut juga bisa lumpuh mendadak ketika merasa takut, mendengar suara keras, marah, dan tertawa terbahak-bahak.

Ketika berjalan di depan umum atau mengobrol dengan seseorang, Brown selalu menatap ke bawah alias menunduk supaya dia tetap memiliki kontrol atas tubuhnya.

“Ini sangat memalukan. Saya pernah berbelanja di luar dan saya melihat seseorang yang terlihat menarik, lalu kaki saya lumpuh begitu saja dan saya harus berpegangan pada sepupu saya,” kata Brown, dikutip TribunJatim.com, Jumat (2/4/2021).

Rata-rata, Brown mendapatkan lima serangan cataplexy per hari.

Baca juga: Ucapan Terakhir ZA Persiapan Serang Mabes Polri ke Ibu, Ayah Sempat Panik, Tersisa Tangis: Anak Baik

Pada hari yang buruk, dia bisa mendapatkan hingga 50 serangan.

Kondisi ini paling sering dikaitkan dengan gangguan tidur, narkolepsi, dan disebabkan oleh faktor genetik.

“Ini seperti korsleting dari otak ke otot terputus dan saya kehilangan kendali atas kaki saya,” sambung Brown.

Brown mewarisi gen narkolepsi saat dia lahir.

Ketika berusia sembilan tahun, Brown mengalami cedera kepala dan membuatnya seperti sekarang ini.

Penjelasan Tentang Cataplexy

Dikutip TribunJatim.com dari laman HaloDoc, cataplexy adalah kelainan langka yang membuat otot tubuh lumpuh setiap kali pengidapnya tertawa, menangis atau marah.

Cataplexy sering dikaitkan dengan narkolepsi, kondisi neurologis yang menyebabkan seseorang mengantuk di siang hari.

Narkolepsi bisa membuat pengidapnya jatuh tertidur bahkan ketika sedang beraktivitas.

Tentu saja, cataplexy sangat membahayakan dan mengganggu aktivitas, termasuk larangan untuk mengemudi.

Sebenarnya, apa yang menyebabkan kondisi langka ini terjadi?

Baca juga: Allah Memanggil Kamu, Tangis Pilu Ibu Penyerang Mabes Polri, Baru Tahu Hidup Asli Putrinya: Hikmah

Dilansir dari Healthline, jika seseorang mengalami narkolepsi dengan cataplexy, otak tidak memiliki cukup hypocretin atau orexin.

Zat kimia yang ada di otak ini membantu kamu tetap terjaga dan mengendalikan siklus tidur pada tahapan rapid eye movement atau REM.

Bagian lain dari otak yang mengendalikan siklus tidur juga dianggap berperan menyebabkan narkolepsi yang diikuti dengan cataplexy.

Sebagian besar kasus narkolepsi tidak diwariskan.

Namun, sekitar 10 persen dari pengidap yang mengalami narkolepsi dan cataplexy memiliki kerabat dekat yang menunjukkan gejala dan kondisi yang sama.

Faktor risiko lainnya yang berperan dalam kondisi langka ini adalah cedera kepala atau otak, tumor atau pertumbuhan di dekat area otak yang bertugas untuk mengontrol tidur, kondisi autoimun.

Bagaimana Mengenali Gejala Cataplexy?

Apabila kamu mengalami narkolepsi, ada kemungkinan kamu mengalami episode cataplexy di beberapa titik dalam hidup.

Meski begitu, Medical News Today mengatakan tidak semua orang dengan narkolepsi juga mengalami cataplexy, meski kedua penyakit langka ini sering dihubungkan satu sama lain.

Sayangnya, cataplexy sering disalahartikan sebagai kejang ketika episode yang terjadi cukup parah.

Bedanya, ketika kejang, kamu masih sadar dan mungkin dapat mengingat hal yang terjadi selama episode berlangsung.

Sementara episode cataplexy memiliki durasi yang berbeda.

Artinya, setiap episode bisa berlangsung selama beberapa detik atau sampai beberapa menit.

Rasa gembira, bahagia, tertekan, takut, marah, tertawa menjadi pemicu terjadinya cataplexy.

Namun, tidak semuanya mengalami penyebab yang sama.

Baca juga: Takut Lapor Keluarga, Cerita Gadis Telat Haid 7 Bulan: Periksa Sendiri, Tak Menduga Diagnosa Dokter

Lalu, bagaimana mengenali gejalanya?

Laman Everyday Health menuliskan bahwa gejala cataplexy bisa berbeda untuk setiap orang dan biasanya terjadi ketika remaja atau dewasa muda.

Gejala yang bisa dikenali adalah kelopak mata terkulai, rahang jatuh, kepala jatuh ke samping karena otot leher melemah, seluruh tubuh jatuh ke tanah, dan berbagai otot tubuh bergerak tanpa penyebab yang jelas.

Jika kamu mengalami salah satu dari gejala tersebut ketika tertawa atau merasakan emosi kuat lainnya, segera buat janji dengan dokter untuk mendapatkan penanganan.

Kumpulan berita viral

Penulis: Ani Susanti
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved