Breaking News:

Berita Nganjuk

Pejabat OPD Pemkab Nganjuk Baru Dilantik Diminta Lebih Maksimal Dalam Bekerja

Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat mengatakan, pihaknya sejak awal menginginkan teamwork yang kuat dalam Pemerintahan di Kabupaten Nganjuk

achmad amru/ surya
Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat mengambil sumpah dan janji dalam pelantikan pejabat OPD baru dilingkup Pemkab Nganjuk. 

Reporter : Achmad Amru Muiz | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta untuk tidak merasa disingkirkan dalam posisi jabatan.

Justru pejabat OPD yang dipindah tugasnya harus lebih serius dan semangat dalam kinerja untuk mendapatkan hasil yang maksimal, terutama dalam melayani masyarakat.

Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat mengatakan, pihaknya sejak awal menginginkan teamwork yang kuat dalam Pemerintahan di Kabupaten Nganjuk.

Dimana antar pejabat OPD tidak lagi bekerja sendiri-sendiri, melainkan harus bisa bekerja bersama saling mengisi dan mendukung antar OPD untuk menghasilkan kinerja yang maksimal.

"Rasanya sudah tidak zamanya lagi pejabat itu bekera secara individual, tetapi seorang pejabat harus bisa bekerja bersama-sama dengan pejabat OPD lain untuk mendapatkan hasil kerja yang maksimal dalam Pemerintahan," kata Novi Rahman Hidhayat, saat melantik 18 pejabat eselon II dan 20 pejabat eselon III dan IV Pemkab Nganjuk, kemarin.

Disamping itu, dikatakan Novi Rahman Hidhayat, pihaknya mengharapkan setiap pejabat Kepala OPD dan pejabat lain dapat berinovasi untuk kemajuan dan pengembangan di Pemerintahan Kabupaten Nganjuk.

Baca juga: Menantu Dibekuk Densus 88, Mertua Terduga Teroris di Surabaya Nyaris Pingsan Saat Rumah Digeledah

Baca juga: Rumah Terduga Teroris di Tuban Digeledah Densus 88, Istri Ungkap Perilaku Suami Sehari-hari: Kaget

Baca juga: Dua Terduga Teroris Ditangkap di Surabaya dan Tuban, Mereka dari Dua Jaringan Berbeda JI dan JAD

Salah satunya inovasi untuk meningkatkan penerimaan pendapatn asli daerah (PAD) dari Dinas Pendapatan Kabupaten Nganjuk. Yakni dengan melihat banyaknya pengalihfungsian lahan sawah menjadi lahan untuk industri harus dapat didata untuk bisa menghasilkan PAD. Ini dikarenakan ada pengalihan fungsi lahan sawah yang tidak didaftarkan ke Pemerintah Kabupaten Nganjuk.

"Tentunya apabila dilakukan pendataan secara benar dan valid maka dari pengalihan fungsi lahan dari sawah menjadi tempat usaha atau industri bisa menghasilkan retribusi sesuai aturan yang ada. Inovasi untuk bisa memperoleh pendapatan dari alih fungsi lahan yang kami harapkan bisa dimaksimalkan oleh pejabat baru," ujar Novi Rahman Hidhayat.

Oleh karena itu, ungkap Novi Rahman Hidhayat, adanya mutasi jabatan mulai dari eleson II setingkat Kepala Dinas dan eselon III serta IV setingkat Kabag dan Kasi tersebut merupakan hal biasa dalam Pemerintahan Daerah.

Dimana hal itu dilakukan sebagai upaya untuk menempatkan posisi pejabat sesuai bidang kerjanya dalam rangka memaksimalkan hasil kera yang lebih maksimal. Terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Untuk itu, kami berharap pejabat yang dilantik segera beradaptasi dengan posisi jabatanya sehingga segera dapat bekerja sesuai dengan tupoksinya masing-masing," tutur Novi Rahman Hidhayat kepada TribunJatim.com.

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved