Breaking News:

Perlunya Dukungan Dunia Usaha dan Masyarakat dalam Mempercepat Pencapaian Herd Immunity

Hingga akhir Maret 2021, Kamar Daging dan Industri (KADIN) telah mencatat lebih dari 17.387 perusahaan pendaftar – dengan 8.665.363 orang karyawan

Freepik - user19622617
ILUSTRASI - Vaksin Covid-19. 

Penulis : Yoni Iskandar | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Upaya untuk mencapai herd immunity secepatnya kini dilakukan oleh banyak pihak secara bahu-membahu. Antusiasme juga terlihat tinggi. Selain rumah sakit, perusahaan swasta, termasuk farmasi ikut mefasilitasi vaksinasi.

Begitu pun dunia usaha ikut urung mendapat vaksin Covid-19 gratis kepada karyawannya secepat mungkin. Hingga akhir Maret 2021, Kamar Daging dan Industri (KADIN) telah mencatat lebih dari 17.387 perusahaan pendaftar – dengan 8.665.363 orang karyawan - yang ikut program vaksinasi Gotong Royong.

Menanggapi hal tersebut, Tirta Mandira Hudhi, dokter umum yang menjadi relawan memerangi Covid-19, juga setuju dengan vaksinasi gotong royong untuk membantu percepatan vaksinasi.

“Tapi yang penting juga dipastikan vaksinnya bisa diperoleh dengan cepat,” katanya. Sebab yang ingin mendapatkan vaksin bukan Indonesia saja, tetapi banyak negara.

Sedangkan soal embargo vaksin Covid-19 oleh beberapa negara produsen, Tirta mendukung langkah pemerintah untuk mendesak agar pasokan vaksin tetap lancar.

“Tapi saya juga memahami langkah produsen vaksin yang lebih mendahulukan kebutuhan negaranya,” ujar pemilik akun instagram @dr.tirta yang memiliki 2,2 juta pengikut tersebut.

Baca juga: Yakinkan Masyarakat Terbang Lewat Bandara Juanda Aman, Dua Ribu Petugas Jalani Vaksinasi Covid-19

Baca juga: Teroris Milenial Bomber Makassar-Penyerang Mabes Anak Muda, Ali Imron: Butuh 2 Jam Mau Bunuh Diri

Baca juga: TERPOPULER BOLA Raffi Ungkap Kriteria Pemain Bidikan RANS Cilegon FC hingga Persela Vs Madura United

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Ari Fahrial Syam menyambut baik vaksin tersebut. Menurutnya langkah tersebut dapat mempercepat vaksinasi Covid-19. Dengan demikian beban pemerintah untuk memvaksinasi 181,5 juta warga menjadi berkurang.

“Tapi tetap diingatkan bahwa vaksinasi gotong royong tetap harus dipisahkan dengan vaksinasi dari pemerintah,” katanya. Vaksin itu tetap harus mendapat ijin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) lewat pemberian ijin penggunaan darurat (EUA).

Upaya percepatan vaksinasinya memang tak boleh kendor. Sebab belum semua sasaran sudah divaksinasi. Sejauh ini, menurut laman covid19.go.id, per 31 Maret 2021, jumlah orang yang sudah divaksinasi dosis pertama mencapai 8.095.717 orang, sedangkan yang sudah menjalani dosis kedua atau dosis lengkap berjumlah 3.709.597 orang. Jika ditotal, jumlah orang yang sudah divaksin sudah menembus angka 11.805.314 orang.

Halaman
1234
Penulis: Yoni Iskandar
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved