Breaking News:

Berita Surabaya

Trend Undangan Nikah 2021, Cetak Masih Digemari, Inovasi Desain Pop Up Bakal Bikin Banjir Cuan

Sejalan dengan keoptimisan para pelaku industri wedding menjalani bisnisnya di 2021 hingga 2022, kreatifitas menjadi hal yang penting dalam

TribunJatim.com/ Fikri Firmansyah
Undangan pernikahan hasil produksi Serat Ulum Undangan saat didisplay pada pameran Signature Wedding Festival, Jumat (2/4/21). 

Reporter: Fikri Firmansyah | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sejalan dengan keoptimisan para pelaku industri wedding menjalani bisnisnya di 2021 hingga 2022, kreatifitas menjadi hal yang penting dalam melahirkan inovasi-inovasi menarik untuk meraih pasar kembali.

Bagi perusahaan penyelenggara pameran wedding ternama, yakni Keeya Exhibition Organizer (KEO) beranggapan bahwa jika ingin industri wedding terus ada, khususnya pasca dihantam pandemi, maka para pelaku usaha didalamnya meliputi bidang jasa apapun juga harus bisa menciptakan bergama inovasi menarik.

"Hal positif dari adanya pandemi ini kan membuat para pelaku usaha yang berkecimpung didalamnya meliputi bidang jasa apapun terkait mereka mampu menciptakan beragam inovasi hasil dari kreatifitas yang tinggi. Jadi ini yang akan menjadi kekuatan industri wedding kedepan," terang Owner Keeya Exhibition Organizer, Irwan Faizal, kepada TribunJatim.com, Jumat (2/4/21) di hari pertama gelaran Signature Wedding Festival.

Disektor jasa undangan pernikahan sendiri, salah satu produsen undangan pernikahan asal Jatim, yang juga turut unjuk gigi pada gelaran Signature Wedding Festival, yakni Serat Ulum Undangan menilai bahwa ada prospek cerah bagi pebisnis wedding di jasa undangan. 

Baca juga: Polisi Bongkar Makam dan Otopsi Jenazah Agita di Kompleks Pemakaman Praloyo Sidoarjo

"Kalo menurut saya sendiri, diawal tahun 2021 ini industri wedding mulai berangsur pulih," kata Owner Serat Ulum Undangan, Bagus.

Bagus menjelaskan, jika dibandingkan triwulan 1 2020, awal tahun 2021 ini kondisinya sudah berbeda.

"Diawal tahun 2020, omset saya menurun 100 persen alias 0 rupiah. Sedangkan di triwulan 1 2021 ini ada angin segar, omset mencapai 40 juta perbulan," ujar Bagus.

Keberhasilan Bagus dalam kembali meraih pundi-pundi rupiah di tahun kedua kehadiran pandemi Covid-19 di Indonesia bukanlah tanpa alasan alias berkat dari beragam Inovasi yang diciptakannya.

Dalam menarik pelanggan, tahun 2021 ini ia tetap menawarkan undangan pernikahan dengan jenis cetak.

Halaman
12
Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved