Breaking News:

Cocok Untuk yang Mager, Media Tanam Kokedama Bisa Simpan Air hingga 3 Hari

Bulat, kadang berlumut, dan bisa menjadi media tanam. Seperti itulah gambaran tentang kokedama, kesenian yang berasal dari Jepang

surya/akira
Kokedama, seni menghias tanaman ala Jepang juga bisa diterapkan di Indonesia. 

Reporter: Akira Tandika I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Bulat, kadang berlumut, dan bisa menjadi media tanam. Seperti itulah gambaran tentang kokedama, kesenian yang berasal dari Jepang untuk menghias tanaman.

Kokedama terbuat dari tanah yang dicetak bulat, dilapisi sabut kelapa, dan dieratkan dengan rotan sintetis.

Sebetulnya lapisan kokedama bisa dari rootmost, lumut, atau spakmon.

"Hanya saja, sabut kelapa lebih cocok dan sesuai dengan kondisi di Indonesia," terang Sales Kokedama Creatives Batu Risya Naznaini saat ditemui di Ciputra World Surabaya.

Di dunia tanaman hias, Kokedama tidak hanya berfungsi sebagai pot saja, namun media tanam yang dapat menyerap air lebih lama.

Risya mengatakan, merawat kokedama tergolong mudah. Cukup mencelupkan kokedama ke dalam air sampai meresap, selama kurang lebih 30 detik, kemudian ditiriskan.

"Meski waktu perendamannya termasuk singkat, tapi kokedama dapat menyerap air yang bisa digunakan tanaman untuk bertahan selama kurang lebih tiga hari," tuturnya.

Kokedama lebih cocok digunakan untuk tanaman hias yang berada di dalam ruangan atau tidak membutuhkan sinar matahari terlalu banyak seperti, sirih, bambu, syngonium, sansevieria, dan sejenisnya.

"Selama tanaman kuat terhadap low-light, mereka bisa bertahan di kokedama. Juga kalau akarnya termasuk yang kuat, pun cocok tumbuh di kokedama," jelas Risya.

Sementara itu, tanaman yang ditanam di dalam kokedama tidak perlu terlalu sering mengganti media tanam. Karena pertumbuhan tanaman tidak terlalu cepat.

Sehingga membutuhkan waktu satu hingga dua tahun untuk memindahkan tanaman tersebut ke media lainnya.

Meski pertumbuhan tanaman tergolong lama, mereka tetap bisa tumbuh, memiliki anakan baru, dan bernapas melalui pori-pori yang tersedia.

Penulis: Akira Tandika
Editor: Ndaru Wijayanto
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved