Breaking News:

Berita Magetan

Abon Telur, Kuliner Kreasi Petani Magetan.

Prihatin dengan fluktuasi harga telur yang diusaha ternakkan sejumlah tetangganya tidak menentu, Taufiq Efendi (40) petani warga Desa Plumpung,Magetan

Surya/ Doni Prasetyo
Taufiq Efendi (40) petani warga Desa Plumpung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, berkreasi kuliner "abon telur". Kulinernya abon telur sudah di pasarkan dan diminati di tujuh kota besar. 

Reporter : Doni Prasetyo | Editor Yoni iskandar

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Prihatin dengan fluktuasi harga telur yang diusaha ternakkan sejumlah tetangganya tidak menentu, Taufiq Efendi (40) petani warga Desa Plumpung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur berkreasi membuat kuliner abon telur.

Meski abon telur ini terbuat dari bahan telur, namun cita rasanya juga berserat layaknya abon yang terbuat dari daging sapi. Pembuatan abon telur ini sudah ditekuni sejak empat tahun lalu. Bahkan kreasi kulinernya ini sudah menjelajah di delapan kota besar, termasuk Magetan.

"Maklum Mas, masaknya masih konvensional, belum diproduksi secara massal dengan mesin full," kata Taufik Efendi kepada Surya, Sabtu (3/4).

Dikatakan Taufiq Efendi, setiap bulan abon telur yang di produksi baru bisa 200 bungkus maksimal. Setiap bungkusnya dengan berat 70 gram, dijual seharga Rp 35.000 atau total sebulan bisa baru bisa menghasilkan Rp 7.000.000.

"Sebulan 200 bungkus itu pembuatan mulai meracik bumbu, membuat serat abon dari telur hingga mengemasnya hanya dibantu istri, berdua kita masaknya secara konvensional," kata Taufiq Efendi.

Baca juga: Bupati Ipuk akan Kerahkan Ribuan Orang Serbu Pasar-UMKM Se-Banyuwangi

Baca juga: Surabaya Siap Bangun Little Mekkah di Ampel, Dongkrak Wisata Religi di Kota Pahlawan

Baca juga: Gus Baha : Kalau Berbuat Maksiat Jangan Diceritakan, Imbasnya Ini

Ditambahkan Taufiq Efendi, daerah yang penjualanya laku keras yaitu, Malang, Surabaya, Jember, Lumajang, Gresik, Madiun, Ponorogo, dan Magetan untuk pasaran Magetan.

Meski berbahan telur, cita rasa abon telur ini mirip abon berbahan daging sapi. Kalau tidak diberi tahu, orang akan menyangka abon telur ini abon biasa (abon daging sapi).

Karena kepiawaian Taufiq Efendi ini abon telurnya itu juga berserat layaknya abon daging sapi. Setiap harinya Taufiq Efendi memproduksi abon telur ini dibantu istrinya, mulai membuat bumbu, mengaduk telur, hingga membungkusnya.

"Yang paling sulit itu membuat bumbu. Agar rasa enak abon telur itu tetap, harus hapal takarannya. Jangan sampai, produk hari ini rasanya tidak sama dengan yang kemarin," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved