Breaking News:

Berita Jember

Ngopi Asyik di JCC Desa Wisata Kemiri Jember

Berkunjung ke Desa Wisata Kemiri, Kabupaten Jember tidak lengkap jika tidak mengunjungi Jember Coffee Centre (JCC),

sri wahyunik/surya
Goweser Adem Ayem Jember sedang menikmati kopi dan pemandangan di Jember Coffee Centre (JCC) Desa Wisata Kemiri 

Reporter : Sri Wahyunik | Editor Yoni iskandar

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Berkunjung ke Desa Wisata Kemiri, Kabupaten Jember tidak lengkap jika tidak mengunjungi Jember Coffee Centre (JCC), sebuah pusat studi pengembangan kopi rakyat yang berada di kompleks Pondok Pesantren Al-Hasan 1 Desa Kemiri Kecamatan Panti, Jember.

Wisatawan bisa menikmati kopi asli rakyat Desa Kemiri, atau varian lain kopi robusta asli Jember yang tumbuh di lereng Pegununga Yang Argopuro.

Desa Kemiri berada di lereng gunung terpanjang di Pulau Jawa yakni Yang Argopuro. Kecamatan di Jember yang berada di lereng Yang Argopuro merupakan daerah penghasil kopi robusta, mulai dari Sumberbaru, Tanggul, Bangsalsari, Panti, Sukorambi, Patrang, Arjasa, sampai Jelbuk.

Desa Kemiri yang berada di Kecamatan Panti, salah satunya. Karenanya, ketika Kemiri mendeklarasikan diri sebagai Desa Wisata, kopi menjadi komoditas andalan yang ditawarkan.

Baca juga: Calon Jamaah Haji Kota Malang Jalani Vaksinasi Covid-19

Baca juga: Simpan Duda di Kamar, Janda Sopan Buka Pintu saat Digerebek, Ternyata Sudah Lama Diintai Warga

Baca juga: Hasil Lengkap dan Update Klasemen Liga Inggris, Arsenal Dilumat Liverpool, Posisi 4 Besar Kian Panas

Wisatawan bisa melihat, belajar, menikmati, atau membeli apapun berkaitan dengan kopi robusta Kemiri atau Argopuro.

JCC bisa menjadi jujugan menikmati kopi. Sebab, JCC menyediakan edukasi rantai produksi kopi, mulai dari pembibitan, sampai penyajian di meja kafe.

JCC menyajikan proses pengolahan kopi paska panen secara langsung, alias bisa dinikmati pengunjung. Pengolahan kopi itu seperti proses sangrai (roasting), menggiling (drinding), sampai penyajian di gelas (cupping).

Uniknya, barista di JCC adalah para santri Al-Hasan 1.

"Warga bisa melihat proses produksi kopi, juga edukasi kopi di JCC. Karena kami memang menyiapkan tempat ini sebagai pusat studi pengembangan kopi rakyat. Kenapa kopi kami pilih, karena Kemiri ini punya produksi kopi besar, dan masyarakatnya banyak yang hidup dari kopi," ujar Misbachul Khoiri Ali atau Gus Misbach, pendiri JCC yang juga pengasuh Al-Hasan 1.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved