Breaking News:

Permudah Pelaku Usaha, Pengurusan Izin Usaha di Kota Malang Melalui OSS Mulai Dijalankan

Proses pengurusan izin usaha di Kota Malang, mulai menerapkan Online Single Submission (OSS).

Tribunnews
ILUSTRASI - Proses pengurusan izin usaha di Kota Malang, mulai menerapkan Online Single Submission (OSS). 

Reporter : Kukuh Kurniawan I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Sebagai langkah mempermudah pelaku usaha, sekaligus menindaklanjuti penerapan UU Cipta Kerja (Omnibus Law). Proses pengurusan izin usaha di Kota Malang, mulai menerapkan Online Single Submission (OSS).

"Pelaksanaan dari UU Cipta Kerja, di mana dalam aturan turunannya menyatakan. Bahwa semua daerah diminta sudah menjalankan OSS sepenuhnya, fully OSS untuk perizinan usaha," ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja-Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang, Erik Setyo Santoso kepada TribunJatim.com, Minggu (4/4/2021).

Namun ia menjelaskan, dalam penerapannya cukup memerlukan upaya dalam mengedukasi pelaku usaha. Sebab selama ini, banyak pelaku usaha yang belum bisa melakukannya secara mandiri.

Oleh karena itu, pihaknya akan memberikan pendampingan agar penerapan OSS bisa lebih optimal. Dengan penyediaan SDM berikut sarana prasarana penunjangnya.

"Transisi ke fully OSS, juga diintegrasikan sistem yang ada di kantor, termasuk persiapan SDM. Mereka kami siapkan untuk jadi pendamping, bagi pelaku usaha yang mengurus perizinan lewat OSS," jelasnya.

Selain itu pihaknya juga akan terus melakukan sosialisasi, serta mengubah model pelayanan di kantor Disnaker PMPTSP. Termasuk merubah mesin antrian, lembar-lembar formulir yang dikonvensikan ke fully OSS.

"Bagian dari masa-masa transisi itu, kami lakukan pendampingan. Kalau dulunya orang masukkan berkas, sekarang kami ganti jadi desk, bisa tatap muka, bisa ngobrol bisa dibantu. Masing-masing petugas dilengkapi komputer, jadi dibantu pendampingannya," terangnya.

Erik pun berharap ke depannya, pelaku usaha akan lebih mudah dan memahami proses melakukan perizinan usaha tersebut. Sehingga, tidak perlu lagi melibatkan petugas pelayanan publik, karena bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun.

"Sebetulnya lebih mudah, harapan kami pelaku usaha bisa mandiri, dan dapat dilakukan di rumah. Tapi memang, untuk menyesuaikan itu butuh proses, tata caranya menyesuaikan itu," tandasnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Ndaru Wijayanto
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved