Breaking News:

Berita Kota Malang

Cegah Kekerasan Pada Perempuan dan Anak, Kanit PPA Polresta Malang Kota: Harus Lakukan 6 Hal Ini

Kanit PPA Polresta Malang Kota, Iptu Tri Nawangsari gelar penyuluhan. Beber 6 hal yang harus dilakukan, antisipasi kekerasan pada perempuan dan anak.

TRIBUNJATIM.COM/KUKUH KURNIAWAN
Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Polresta Malang Kota, Iptu Tri Nawangsari saat memberikan penyuluhan dalam kegiatan bimtek pencegahan kekerasan pada anak, yang digelar di Hotel Sahid Montana, Kota Malang pada Senin, (5/4/2021) pagi. 

Reporter: Kukuh Kurniawan | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Cegah terjadinya kekerasan pada anak, Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Polresta Malang Kota, Iptu Tri Nawangsari memberikan kegiatan penyuluhan.

Kegiatan tersebut diselenggarakan bersama dengan Dinas Sosial (Dinsos) - P3AP2KB Kota Malang, di Hotel Sahid Montana, Kota Malang pada Senin, (5/4/2021) pagi.

Dirinya menjelaskan, berbagai jenis kekerasan pada perempuan dan anak masih sering terjadi di masyarakat.

"Kekerasan terhadap anak mengarah pada kekerasan yang dilakukan secara fisik. Selain itu juga terdapat kekerasan seksual, bisa berupa persetubuhan atau pencabulan, dan selanjutnya adalah kekerasan fisik berupa penelantaran," ujarnuya kepada TribunJatim.com.

Baca juga: Siasat Pria Gresik Pacari Istri Orang hingga Berhubungan Intim, Simpan Foto Syur Korban untuk 1 Hal

Baca juga: Jeritan Aurel Hermansyah di Malam Pertama Diajak Masuk Atta Halilintar, Heboh Lihat di Kasur: Ungu

Ia mengungkapkan, untuk kriteria anak-anak, adalah siapapun yang berusia di bawah 18 tahun.

Dirinya pun menyampaikan, ada enam hal yang harus dilakukan oleh orang tua dan orang terdekat, agar anak tidak mengalami kekerasan.

Keenam hal tersebut adalah anak wajib diberikan pengertian untuk bela diri, anak diajarkan untuk latihan bela diri, anak diajarkan mendalami ilmu agama, anak diberikan pendidikan budi pekerti, peran sekolah untuk mendorong pelaksanaan keempat hal sebelumnya. Dan yang terakhir adalah, melaporkan ke pihak berwajib apabila anak menjadi korban kekerasan agar mendapatkan penanganan sesuai dan rehabilitasi yang optimal.

"Untuk anak yang menjadi korban kekerasan fisik atau seksual, kami menggunakan UU No 17/2016 tentang Perlindungan Anak. Dan bagi anak yang menjadi pelaku kekerasan, kami gunakan UU nomor 11 tahun 2012 tentang SPPA (Sistem Pidana Peradilan Anak)," jelasnya.

Baca juga: Operasi Narkoba Awal 2021 Amankan 74 Tersangka, Salah Satunya Ngaku Wartawan Media Online Surabaya

Baca juga: Pasutri Surabaya Ajukan Permohonan Penanaman Embrio Pada Rahim Wanita Lain, Begini Putusan PN

Halaman
12
Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved