Breaking News:

Berita Mojokerto

Cerita Nenek-nenek 5 Cucu Yang Grogi Saat Ujian Kejar Paket C di Mojokerto

Bagi Sutarwiyah (58) warga Desa Japanan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, usia tua bukan halangan untuk terus belajar menyelesaikan pendidikan

TribunJatim.com/ M Romadoni
Nenek di Mojokerto tak surut semangat belajarnya 

"Namanya juga orang desa ya kalau menaruh ijazah kan sembarangan di belakang rumah dimakan habis sama rayap, nah sekolah SMA itu tadi sudah bubar," terangnya.

Meski berbekal ijazah SMP, ia tetap berkarya dibagian Tata Usaha di salah satu sekolah swasta di Kecamatan Kemlagi.

Keinginannya kuat untuk meneruskan pendidikan dan kembali memperoleh ijazah SMA dan mengikuti pendidikan kesetaraan program sekolah Paket C selama tiga tahun ini.

"Ya senang saja bisa meneruskan sekolah dan mendapat ijazah lagi untuk berjaga-jaga sebagai persyaratan administrasi pemberkasan jika diperlukan dalam pekerjaan," jelasnya.

Bagi dia meski sebagian kaum perempuan, ibu rumah tangga yang sudah mempunyai tiga anak dan enam cucu tetap menjujung tinggi pendidikan yang sangat penting dalam menjalani kehidupan maupun secara sosial.

Apalagi, anak tertua yang berusia 31 tahun sudah bekerja menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) sehingga seakan membuatnya motivasi tersendiri untuk melanjutkan pendidikan dan memperoleh ijazah yang lebih tinggi setingkat sekolah SMA.

"Untuk melangkah ke depan kita perlu itu karena kalau sudah punya ijazah kita tidak lagi minder," ucap Sutarwiyah.

Peserta ujian paling muda adalah Angger Septyan (19) warga Desa Japanan yang secara konsisten mengikuti pendidikan kesetaraan program Kejar Paket C.

Sebelumnya, dia terpaksa
putus sekolah kelas X di SMK Taman Siswa karena tidak memiliki biaya.

Setelah putus sekolah dia bekerja sebagai kuli bangunan untuk membantu orang tuanya.

Halaman
1234
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved