Breaking News:

Komoditas Pangan Alami Inflasi

Daya Beli Masyarakat Jatim Menurun di Tengah Inflasi, Ekonom: Pendapatan Perlu Dijaga

Mengawali tahun 2021, sudah tiga kali secara beruntun Jawa Timur (Jatim) mengalami inflasi, tepatnya periode Januari, Februari dan Maret 2021

TribunJatim.com/ Fikri Firmansyah
Pedagang sayur dan bumbu di Pasar Wonokromo 

Reporter: Fikri Firmansyah | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Mengawali tahun 2021, sudah tiga kali secara beruntun Jawa Timur (Jatim) mengalami inflasi, tepatnya periode Januari, Februari dan Maret 2021.

Inflasi yang terjadi di Jawa Timur sebesar 0,32 persen di Januari, 0,22 persen di Februari dan 0,11 persen di Maret 2021 dirasa masih relatif aman menurut pakar ekonomi dari Unair, Imron Mawardi.

Bahkan, menurut Imron Mawardi besaran inflasi Jatim pada triwulan 1 2021 ini artinya menunjukan kondisi ekonomi yang membaik, meski relatif rendah.

"Kenapa rendah, karena memang daya beli masyarakat masih minim, jadi wajar saja," kata Imron kepada TribunJatim, Senin (5/4/21) di Surabaya.

Baca juga: Siasat Licik Pria di Lumajang Nodai Anak Tirinya, Istri Syok Lihat Korban Tak Kenalan Sehelai Kain

Disinggung soal harga bahan pangan Jatim dipasaran berdasarkan investigasi TribunJatim.com terpantau naik, Imron menjelaskan itu yang harus menjadi PR penting bagi pemerintah, khususnya Pemprov Jatim.

"Jadi, jangan sampai, naiknya harga pangan jelang puasa yang merupakan keberlanjutan kondisi ekonomi positif data inflasi Jatim pada Januari-Maret 2021 ini menjadi bumerang bagi keuangan atau ekonomi masyarakat bawah," terangnya.

Imron menegasakan, inflasi triwulan 1 2021 ini persentasenya tergolong rendah dan sekaligus menandakan pendapatan masyarakat tidak banyak.

"Oleh karenanya, saat menjelang Ramadhan 2021 ini, seharusnya Pemerintah bisa menjaga dan harus bisa pula meningkatkan pendapatan masyarakat, yang mana agar harga pangan dipasaran yang naik tetap mampu dibeli oleh masyarakat. Sehingga efeknya, saya yakin pada triwulan II 2021 inflasi jatim sudah diangka yang besar sekaligus daya beli juga kuat," jelas Imron.

Menurut Imron, bantuan-bantuan sosial sangat berperan untuk menjaga daya beli masyarakat.

"Jika tidak salah, bantuan sosial sekarang mulai banyak yang diberhentikan, kalo bisa dilanjut lagi saja, agar daya beli kuat saat bersamaan harga pangan naik dimomen ramadhan. Jangan sampai momen terbaik ramadhan 2021 ini disia-siakan dalam menjaga perputaran roda ekonomi, terlebih momen ramadhan adalah waktu yang tepat untuk membangkitkan kembali keterpurukan ekonomi pasca setahun dihantam pandemi," tandasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data BPS, Inflasi Jatim yang terjadi sejak Januari hingga Maret 2021 sendiri satu diantarnya disebabkan karena naiknya sejumlah harga pangan, seperti cabai rawit.

Sekadar informasi pula, telah diberitakan sebelumnya oleh TribunJatim.com hari ini, Kamis (5/4/21), sejumlah harga pangan terpantau masih menunjukan kenaikan harga, meliputi cabai rawit, daging ayam, daging sapi, telur dan minyak goreng curah.

Kumpulan berita Jatim terkini

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved