Breaking News:

Berita Surabaya

Pesut Mahakam Inspirasi Busana Imam Mardioto, Brokat Jadi Lambang Jaring Penangkap, 'Selamatkan'

Desainer Imam Mardioto usung pesan selamatkan jumlah Pesut Mahakam di Kutai Kartanegara lewat busana rancangannya dalam Men Fashion Style.

TRIBUNJATIM.COM/HABIBUR ROHMAN
Untuk merepresentasikan pesan pelestarian Pesut Mahakam, Imam Mardioto menggabungkan sentuhan brokat sebagai lambang jaring-jaring yang kerap menangkap Pesut Mahakam. 

Reporter: Akira Tandika | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Menurunnya jumlah perkembangan Pesut Mahakam di Kutai Kartanegara menjadi inspirasi busana rancangan desainer Imam Mardioto.

"Sebetulnya, menangkap ikan itu menjadi kebiasan masyarakat di Kutai Kartanegara. Tapi, justru dari kebiasaan itu, secara tidak sadar turut membuat kelestarian Pesut Mahakam menurun," terang Imam dalam gelaran Men Fashion Style di Ciputra World Surabaya.

Imam melanjutkan, namun sebenarnya masyarakat sekitar tidak secara sengaja menangkap Pesut Mahakam.

Baca juga: Siasat Pria Gresik Pacari Istri Orang hingga Berhubungan Intim, Simpan Foto Syur Korban untuk 1 Hal

Baca juga: Baru Nikah, Aurel Hermansyah Ngamuk ke Atta Halilintar, Drama di Rumah Baru, Suami: Buang Baju Aku

"Hanya saja, kebiasaan meninggalkan jaring dalam waktu lama itulah yang membuat pesut kecil tertangkap jaring dan terlambat untuk diselamatkan," imbuhnya.

Untuk itu, pada busana rancangannya kali ini dibuat dengan menggabungkan sentuhan brokat sebagai lambang jaring-jaring yang kerap menangkap Pesut Mahakam.

Selain bercerita tentang itu, pada koleksi kali ini Imam juga ingin mengangkat tema mengenai Kembang Janggut asli dari Kutai Kartanegara.

Baca juga: Emosi Erlita Dewi Desak Sebab Anak Diduga Tewas Tak Wajar, Agung Soroti Sikap Eks Istri: Ada Bukti

Baca juga: Operasi Narkoba Awal 2021 Amankan 74 Tersangka, Salah Satunya Ngaku Wartawan Media Online Surabaya

"Jadi sebetulnya kalau ditarik ke belakang, saya ini terbiasa membuat motif yang melambangkan seluruh kecamatan yang ada Kutai Kartanegara. Totalnya ada 18, tapi yang baru saya bikin dan patenkan ada enam motif. Salah satunya Kembang Janggut," ujar pria yang juga merupakaan PNS Dinas Kesehatan Kutai Kartanegara itu.

Imam menjelaskan, sebetulnya warna asli Kembang Janggut adalah kuning dan oranye. Namun dia memilih tidak menggunakan warana itu karena ingin mengambik nuansa monokrom, biru dan putih.

Halaman
12
Penulis: Akira Tandika
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved