Breaking News:

Polda Jatim Amankan 34 Ribu Regulator Elpiji Ilegal, Bisa Bahayakan Masyarakat, Ini Mereknya

Tim Subdit I Indaksi Ditreskrimsus Polda Jatim mengamankan 34 ribu regulator elpiji bertekanan rendah yang diduga berbahaya dan dibawah SNI...

tribunjatim/samir
Polda Jatim sita 34 ribu regulator diduga ilegal. 

Reporter; Syamsul Arifin I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tim Subdit I Indaksi Ditreskrimsus Polda Jatim mengamankan 34 ribu regulator elpiji bertekanan rendah yang diduga berbahaya dan dibawah Standar Nasional Indonesia (SNI). 

Regulator tersebut bermerek Starcam dan Destec. Regulator ini disita dari lima PT dan CV.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengungkapkan mulanya kasus ini terbongkar saat tim Subdit Siber melakukan patroli siber pada Juli 2020 silam. 

"Adapun tersangkanya adalah pimpinan dari PT. Cipta Orion Metal. Kini masih diperiksa di Jakarta dan belum ditahan karena ada beberapa pertimbangan salah satunya karena usianya sudah diatas 70 tahun. Namun masih dalam pemantauan," ujar Kombes Gatot, Senin, (5/4/2021). 

Melalui patroli siber di Tambun, Bekasi, Jawa Barat, polisi lantas melakukan pengembangan. Ditemukan salah satu distributornya berlokasi di Surabaya. Sehingga dilakukan pengecekan. 

Dan dilakukan penyidikan terhadap salah satu distributor yaitu CV Jaya Gembira yang beralamat di pergudangan Jl Margomulyo Indah, Surabaya dan pergudangan Mutiara Blok D/30, Surabaya. 

"Kemudian barang yg diamankan ini dikirim ke Badan Uji Laboratorium Balai Besar Logam dan Mesin atau BBLM. Dan Balai Besar Barang dan Bahan Teknik (B4T) dari hasil pemeriksaan uji tersebut dinyatakan bahwa peralatan regulator ini sangat berbahaya, apabila digunakan konsumen," lanjutnya. 

Adapun barang ini disita dari 5 distributor dan 1 produsen. Antara lain PT Jaya Gembira, PT Paracom, CV satelit, CV utama dan CV Adma totalindo. 

Sementara itu, Wadirkrimsus Polda Jatim, AKBP Zulham Effendy menambahkan bahwa di Jatim telah ditemukan dengan merk yang sama. 

"Karena dalam pembuatan regulator itu, standarnya dibawah yang telah ditentukan. Karena hasil uji ini salah satunya ada bunyi dan getaran. Kemudian hasil kebocoran apabila digunakan di dalam ruangan itu akan membahayakan konsumen," terangnya. 

"Karena kebocoran tidak bisa ditolerir kalo ada percikan api langsung bisa menyebabkan kebakaran," tambah Zulham. 

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Ndaru Wijayanto
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved