Berita Malang

Balai RW Janti Raya Kota Malang Lama Tak Terpakai, Disulap Aestetik Jadi 'Karang Taruna Barbershop'

Balai RW Janti Raya lama tak dipakai, kini jadi aestetik disulap jadi tempat potong rambut. Jadi ladang dana karang taruna jika punya kegiatan.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM/SYLVIANITA WIDYAWATI
Pemotongan rambut di Karang Taruna Barbershop di JL Janti Selatan Kota Malang yang didirikan karang taruna, Selasa (6/4/2021). 

Reporter: Sylvianita Widyawati| Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Sejak dua bulan lalu, Balai RW Janti Raya yang berada di RW 06 di JL Janti Selatan Kota Malang dimanfaatkan jadi Karang Taruna Barbershop.

Balai RW yang lama mangkrak itu kini tampak lebih aestetik, terutama di tempat potong. Di ruang itu ada satu kursi buat potong rambut dan tempat cuci rambut yang selonjor.

Di dindingnya juga ada contoh model rambut.

Baca juga: Dalang Penghancur Rumah Tangga Hotma-Desiree Pengusaha Lain? Ayah Tiri Bams Tak Kuat: Fotonya Jelas

Baca juga: Nasib Miris Oknum Perwira Nyabu di Mobil, Ternyata Mantan Kasat Narkoba, CCTV Menjawab Motifnya?

"Balai RW ini tidak dipakai sejak 2019. Sebelumnya adalah Balai RW Janti Raya. Kini dipecah ada RW 06, 9 dan 8. Dan Balai RW ini di WR 06," jelas Alfian Nur Hafid,24, pengelola Karang Taruna Barbershop awk TribunJatim.com.

Ide awalnya pembuatan barbershop ini adalah agar karang taruna jika punya kegiatan, atau ada orangtua anggota karang taruna yang sakit tidak bingung cari donasi.

"Kebetulan saya juga pernah kerja di Coolio Barbershop. Namun kena PHK," tandasnya yang mengkau pernah bekerja selama empa tahun. 

Ternyata ide itu disambut baik Ketua RW. Hasil dari kegiatan itu selain untuk operasional barbershop juga bisa untuk RW.

"Untuk kegiatan karang taruna masih belum. Sementara masih dibagi dua karena masih baru," kata dia.

Baca juga: Griya Curhat Keluarga Hadir di Kabupaten Gresik, Ruang Curhat Atasi Masalah KDRT dan Perceraian

Baca juga: Puluhan SMP Negeri di Lumajang Belum Penuhi Kuota Siswa, Rencana PPDB Dibuka Lagi 8 April 2021

Yang membantu di lokasi, kadang ada dua-tiga orang. Namun sebagai ahlinya masih Alfan. Ia juga mendorong teman-temannya berani belajar.

"Dukanya kalau saya ada keluarga yang sakit, masih tidak memiliki back up. Saya juga khawatir kalau konsumen kecewa," jelasnya.

Sejauh ini, perkembangan usaha karang taruna masih naik turun. Seminggu bisa Rp 500.000-Rp 600.000. Sedang jam bukanya mulai jam 12.00 WIB. Untuk jam tutupnya antara jam 22.00 WIB sampai 24.00 WIB. 

"Kalau sudah capai ya tutup jam 22.00 WIB. Fleksibel aja jamnya," ujar Alfian. Pasarnya adalah anak sekolah, mahasiswa juga karyawan gudang sekitar lokasi barbershop.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved