Breaking News:

Berita Kota Kediri

Berkas Dakwaan Dugaan Korupsi Jembatan Brawijaya Tebalnya 40 Cm, Seret Mantan Wali Kota Kediri

Dua terdakwa kasus dugaan korupsi Jembatan Brawijaya, Kota Kediri bakal segera disidangkan. Berkas perkara kedua terdakwa tebalnya 40 cm

(Surya/Didik Mashudi)
Jembatan Brawijaya yang menghubungkan Kota Kediri bagian barat dan timur difoto dari atas, Jumat (21/12/2018). 

Reporter : Didik mashudi | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Dua terdakwa kasus dugaan korupsi Jembatan Brawijaya, Kota Kediri bakal segera disidangkan. Berkas perkara kedua terdakwa tebalnya 40 cm telah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Surabaya.

Kedua tersangka masing-masing mantan Wali Kota Kediri, dr Syamsul Ashar dan A Yong, kontraktor pelaksana pembangunan Jembatan Brawijaya.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kota Kediri Nur Ngali,SH saat dikonfirmasi awak media menjelaskan, saat ini pihak kejaksaan tinggal menunggu penetapan jadwal sidang.

"Kapan waktunya kita belum memperoleh waktunya," ungkap Nur Ngali di ruang kerjanya, Senin (5/4/2021).
Dijelaskan Nur Ngali, berkas perkara dan barang bukti sebelumnya telah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Surabaya pada Kamis (1/4/2021).

Baca juga: AHY Pastikan Partai Demokrat Tak Gentar Hadapi Gugatan Moeldoko CS: Kami Berdiri di Atas Kebenaran

Baca juga: Gus Baha : Tips Memilih Teman dan Tangis Gus Baha ke TKI

Baca juga: Dewan Adat Dayak Kaltim, Berharap Ketua DPD RI, LaNyalla Sukseskan IKN dan Jadi Pemimpin Negeri

Pada pelimpahan berkas juga disertai dengan dakwaan dan barang bukti. "Barang bukti perkara yang terdahulu juga melekat untuk barang bukti perkara ini," jelasnya.

Sementara untuk proses persidangan apakah dilakukan langsung hadir di persidangan atau melalui daring masih menunggu penetapan dari majelis hakim Pengadilan Tipikor.

"Apakah terdakwa dihadirkan di persidangan atau cukup di tempat tinggal atau di kejaksaan. Nanti ditentukan di penetapan," jelasnya.
Kedua terdakwa sebelumnya telah dilimpahkan oleh penyidik Tipikor Polda Jatim ke Kejaksaan Negeri Kota Kediri. Terdakwa tidak dilakukan penahanan di rumah tahanan (rutan) karena memiliki rekam medis mempunyai riwayat sakit dan sering keluar masuk rumah sakit.

"Kita kenakan tahanan kota. Yang bersangkutan wajib lapor seminggu sekali," tambahnya.

Sejauh ini Nur Ngali menyampaikan masih belum ada tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Jembatan Brawijaya, Kota Kediri.

Halaman
12
Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved