Breaking News:

Wali Kota Malang Perbolehkan Salat Tarawih, Segera Buat Surat Edaran

Jelang memasuki bulan suci Ramadhan, Pemerintah mulai memberi sejumlah imbauan berkaitan dengan kegiatan ibadah saat pandemi Covid-19.

SURYA/SUGIHARTO
ILUSTRASI - Suasana hari pertama salat tarawih di Masjid Sunan Ampel Surabaya, Kamis (24/4/2020). 

Reporter: Rifky Edgar I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Jelang memasuki bulan suci Ramadhan, Pemerintah mulai memberi sejumlah imbauan berkaitan dengan kegiatan ibadah saat pandemi Covid-19.

Untuk di Kota Malang, Wali Kota Malang Sutiaji memperbolehkan kegiatan ibadah saat puasa terutama salat tarawih asalkan harus menerapkan protokol kesehatan.

"Salat tarawih boleh, tapi tetap pakai protokol kesehatan. Karena masih dalam masa pandemi Covid-19," ucap Sutiaji, Selasa (6/4).

Sutiaji mengatakan, bahwa pihaknya akan segera menerbitkan surat edaran dalam waktu dekat ini.

Surat edaran tersebut berisi tentang aturan dan imbauan selama bulan suci Ramadhan.

"Intinya kita harus waspada ya, karena masih dalam pandemi. Dan nanti akan kami buat surat edaran juga yang berisi tentang aturan dan imbauan," ucapnya.

Sementara itu, dilansir dari Tribunnews.com, Pemerintah pusat melalui Menteri Kordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menyampaikan, bahwa kegiatan ibadah selama puasa dan salat idul fitri tetap diperbolehkan.

Hanya saja, salat tarawih dan salat ied berjamaah tersebut harus terbatas pada komunitas.

Artinya, para jemaah di masjid yang menggelar salat tarawih dan ied sudah dikenali satu sama lain.

Selain itu, Muhadjir juga meminta agar pelaksanaan salat tarawih dan ied nanti tetap diharuskan untuk mematuhi protokol kesehatan.

Mulai dari memakai masker, menjaga jarak, dan menjauhi kerumunan usai beribadah.

"Juga diupayakan untuk mematuhi protokol yang sangat ketat, supaya menjaga tidak terjadi kerumunan, terutama pada saat sedang, akan datang menuju ke tempat salat jamaah, baik di lapangan maupun di masjid, maupun ketika saat bubar dari salat jamaah. Sehingga dihindari betul adanya kerumunan yang terlalu besar, agar semuanya bisa berjalan dengan aman," tandasnya.

Penulis: Rifki Edgar
Editor: Ndaru Wijayanto
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved