Breaking News:

Berita Gresik

Bupati Gresik, Gus Yani Targetkan Guru Honorer di Gresik Terima SK Tahun ini

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani bertemu dengan perwakilan guru honorer dalam saturahmi dan Sarasehan Pendidikan Forkom GTK - PTK non K-2 se-Kabupaten

foto/Gus Yani
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani berswafoto bersama Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah dan para guru honorer di ruang Mandala Bhakti Praja, Selasa (6/4/2021). 

Reporter : Willy abraham | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani bertemu dengan perwakilan guru honorer dalam saturahmi dan Sarasehan Pendidikan Forkom GTK - PTK non K-2 se-Kabupaten Gresik.

Bupati memberi target kepada Dinas Pendidikan Gresik agar guru honorer di Gresik menerima surat keputusan (SK) pada tahun ini.

Menurut Bupati milenial ini, pertemuan dengan tenaga pendidik non ASN ini tidak hanya sekadar sarasehan biasa. Pada sore hari ini, menghasilkan manfaat khusus bagi guru honorer.

Pertemuan ini adalah bagian dari rembuk akur mendengar harapan dari para guru honorer selama ini kurang mendapat perhatian. Dikatakannya, mulai dari program PPPK, kemudian insentif guru dan surat keputusan (SK) untuk mendapatkan sertifikasi tunjangan dari pemerintah pusat.

Baca juga: Gus Baha : Punya Istri Cerewet Ternyata Syarat Jadi Wali Allah

Baca juga: Ketua DPD RI Minta Presiden Dorong Negara G20 Adopsi Pajak Minimum Global Untuk Korporasi

Baca juga: Usulan Formasi CPNS Jember Hanya Untuk Tenaga Kesehatan, Guru Melalui PPPK

"Sebelum kepala dinas pendidikan pensiun, SK untuk sertifikasi selesai tahun ini. Mudah-mudahan ini bisa terlaksana terkait sertifikasi karena kesejahteraan guru merupakan tanggungjawab kami berdua," ucapnya di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik, Selasa (6/4/2021).

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menambahkan, guru di sekolah negeri tidak bisa mendapat sertifikasi karena tidak pernah dapat SK dari Bupati.

"Selama ini tidak menyalahi aturan dan hukum yang berlaku, bupati siap menerbitkan SK bagi teman-teman yang menjadi honorer di sekolah negeri," tegasnya.

Karena sertifikasi tunjangan bersumber dari APBN. Guru honorer yang mendapat SK dari kepala daerah berhak mendapatkan sertifikasi tunjangan rutin sebesar Rp 1,5 juta setiap bulan jika lolos sertifikasi tunjangan guru non-PNS.

Hal ini mendapat tepuk tangan dari para perwakilan guru yang hadir. Mereka mengamini sambutan Bupati Gresik agar SK bisa turun untuk sertifikasi.

Halaman
12
Penulis: Willy Abraham
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved