Breaking News:

Berita Jatim

Muswil PPP Jatim Bakal Digelar Bulan Depan, PW GPK Ungkap Sejumlah Kriteria Ketua: Tak Boleh Konflik

Proses Musyawarah Wilayah (Muswil) PPP Jawa Timur diharapkan tak menyisakan konflik di internal partai. Sebab, pertarungan politik di tahun 2024 butuh

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Yusron Naufal Putra
Muswil PPP Jatim 

Reporter : Yusron Naufal Putra | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Proses Musyawarah Wilayah (Muswil) PPP Jawa Timur diharapkan tak menyisakan konflik di internal partai. Sebab, pertarungan politik di tahun 2024 butuh konsentrasi penuh. Dan hal itu harus sudah dilakukan sejak tahun ini. 

Setidaknya, hal itu disampaikan oleh Ketua Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) Jawa Timur Muhammad Khozin, terkait harapannya pada rencana Muswil PPP Jawa Timur bulan depan. Dia mengatakan, jangan sampai terjadi gesekan di internal partai. 

"Harapan untuk Muswil PPP dari GPK, agar dapat berjalan lancar dan kondusif. Tidak ada potensi kegaduhan yang disisakan pasca Muswil. Karena 2024 sudah sangat dekat. Dan kita butuh energi dan konsentrasi untuk menata kerja elektoral," kata Khozin, Rabu (7/4/2021). 

Sebagai organisasi sayap partai, dia mengatakan siapapun yang nanti terpilih pasti akan didukung pihaknya. Namun, setidaknya ada beberapa harapan agar ketua DPW PPP Jatim nantinya dapat memenuhi ketentuan umum partai. Serta membawa partai lebih baik. 

Baca juga: Detik-detik Menegangkan Perampok di Gresik Dipergoki Warga, Motor Pelaku Dibakar, Lihat Nasibnya

Misalnya, ketika terpilih nantinya, harus mampu memposisikan diri sebagai leader partai. Harus mampu menjawab pemilih di Jawa Timur yang notabene mayoritas NU. Secara ideal, ketua nantinya harus memiliki akar historis dan ideologi NU. 

"Harapan kita, kepemimpinan PPP Jawa Timur merespon populasi mayoritas yang ada di Jawa Timur, yaitu NU," terangnya. 

Selanjutnya, dia berharap ke depan, agar ketua DPW PPP Jatim dapat menjawab kebutuhan partai. Terutama, terkait potensi akan ada banyak pemilih millenial pada tahun pemilu mendatang. 

Menurutnya, hal itu penting. Menyasar kaum millenial bukan hanya untuk urusan elektoral. Namun juga lebih pada menyadarkan mereka agar tidak apatis terhadap politik di tanah air. Apalagi, apatis terhadap demokrasi.  

"Karena itu, ketua yang baru itu diharapkan bisa memposisikan diri dan merespon terhadap kebutuhan konstituen yang akan datang. Dan bisa diimplementasikan bisa diterjemahkan dalam wujud program yang bisa menjangkau pada mereka," ujarnya. 

Lebih lanjut Khozin mengatakan, dia juga berharap agar siapapun kandidat nantinya dapat menjalankan penuh amanat partai yang disampaikan dalam Muktamar beberapa waktu lalu. Termasuk arahan dari ketua umum. Yaitu, fokus pada tiga kerja. 

"Kerja elektoral, kerja fungsional dan kerja marketing untuk meningkatkan instutional branding," jelasnya.

Kumpulan berita Jatim terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved