Breaking News:

Berita Surabaya

Polisi dan Pemkot Surabaya Siapkan Formulasi Agar Warga Taat Larangan Mudik 2021

Sesuai dengan surat edaran menteri agama, masyarakat masih belum diperbolehkan mudik karena masih dalam kondisi pandemi Covid 19

istimewa
Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (30/12/2020). 

Reporter: Firman Rachmamudin | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Lebaran tahun 2021 menjadi yang kedua kalinya masyarakat dilarang mudik.

Sesuai dengan surat edaran menteri agama, masyarakat masih belum diperbolehkan mudik karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

Mengawal peraturan itu, Polrestabes Surabaya bersama pemerintah kota Surabaya masih terus merumuskan kebijakan guna mengantisipasi arus mudik baik dari kota Surabaya maupun menuju kota Surabaya.

Baca juga: Detik-detik Menegangkan Perampok di Gresik Dipergoki Warga, Motor Pelaku Dibakar, Lihat Nasibnya

Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo menyebut jika pihaknya tengah menyiapkan bhabinkamtibmas di tiap kecamatan untuk melakukan sosialisasi aktif kepada warga terkait pentingnya larangan mudik di tengah pandemi.

"Polri melalui bhabinkamtibmas dan tiga pilar kelurahan sedang masif melaksanakan sosialisasi larangan mudik, dan sosialisasi kegiatan pelaksanaan ibadah di bulan ramadhan sesuai SE menag," kata Hartoyo, Rabu (7/4/2021).

Imbauan itu juga berupa edukasi agar terkait dampak dan kemungkinan buruk sebaran virus Covid 19 yang mulai menunjukkan trend menurun akhir-akhir ini.

"Intinya kita himbau kepada warga kota Surabaya mari kita sama-sama mematuhi aturan pemerintah demi memutus mata rantai penularan covid 19 dan supaya pandemi segera berakhir," imbuhnya.

Selain itu, polisi bersama tiga pilar juga menyiapkan teknis antisipasi pemudik baik yang nekat keluar kota Surabaya atau masuk ke kota Surabaya.

"Untuk antisipasi pemudik dari luar kota surabaya dan keluar kota surabaya nanti mulai tingkat RT kita akan mendata, kemudian untuk titik-titik penyekatan di pintu masuk dan keluar surabaya akan kita koordinasikan dengan satgas covid kota dan stakeholder yang terkait," terangnya.

Jika ada yang masih tetap nekat tak patuhi aturan pemerintah, kepolisian bersama pemerintah kota Surabaya berencana akan memberikan sanksi.

"Terkait sanksi nanti pasti ada. Tapi masih menunggu surat dari Walikota bagaimana mekanismenya. Seperti akan diberikan ruangan karantina dan lain-lain. Itu nanti keputusan ada di Wali Kota sebagai ketua Satgas Covid 19 Surabaya," tandasnya.

Kumpulan berita Surabaya terkini

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved