Breaking News:

Berita Lumajang

Ribuan Botol Miras Dimusnahkan di Lumajang, Antisipasi Penyakit Masyarakat

Pasca 2 minggu Polres Lumajang menggelar operasi penyakit masyarakat (pekat), sebanyak 3000 lebih minuman keras (miras) telah diamankan petugas

TribunJatim.com/ Tony Hermawan
Pemusnahan ribuan botol miras di Lumajang 

Reporter: Tony Hermawan | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Pasca dua minggu Polres Lumajang menggelar operasi penyakit masyarakat (pekat), sebanyak 3000 lebih minuman keras (miras) telah diamankan petugas.

Ribuan botol miras itu akhirnya dimusnahkan menggunakan mesin road roller alias mesin penggilas.

Tak hanya miras, 130 knalpot brong hasil operasi pekat juga ikut dihancurkan.

Pemunahan itu dilakukan di Lapangan Gor Kabupaten Lumajang dan disaksikan jajaran Forkopimda setempat.

Jajaran Forkompimda pun diberi kesempatan memusnahkan ribuan barang bukti miras secara simbolis dengan botol miras melemparkan ke ribuan botol yang sudah ditata di aspal.

Baca juga: Detik-detik Menegangkan Perampok di Gresik Dipergoki Warga, Motor Pelaku Dibakar, Lihat Nasibnya

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno mengatakan, ribuan botol miras disita dari penjual yang ada di Lumajang.

Menurutnya, banyak peredaran miras ilegal karena Pemkab Lumajang tidak memiliki regulasi untuk memperbolehkan miras dijual secara luas di Kota Pisang.

"Jadi nanti dalam rangka menyambut Bulan Ramadhan ada Operasi Ketupat 2021, kita berupaya menciptakan suasana kondusif," ujar Eka, Rabu (7/4/2021).

Kata Eka, selama melaksanakan Operasi Pekat, Polres Lumajang adalah yang pertama menggelar pemusnahan. Meskipun pihaknya belum mendapat instruksi dari Polda Jawa Timur (Jatim).

"Mungkin pemusnahan ini yang pertama karena terus terang saja saya tidak menunggu perintah dari Polda Jatim, karena saya sendiri tidak ingin menyimpan barang bukti terlalu lama di Polres Lumajang," jelasnya.

Sementara, Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono mengapresiasi langkah TNI, Polri, dan BNN dalam menciptakan suasana kondusif menjelang Bulan Ramadhan.

Ia berpesan jika ke depan personel kembali menggelar razia untuk tetap humanis dan sesuai dengan standar operasional prosedur. Selain itu, juga tetap mengedepankan protokol kesehatan pencehahan Covid-19.

"Ini langkah yang luar biasa melakukan gerakan senyap, yang kami sendiri tidak pernah tahu gerakannya tetapi hasilnya luar biasa," pungkasnya.

Kumpulan berita Lumajang terkini

Penulis: Tony Hermawan
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved