Breaking News:

Berita Jatim

Kementan Sukses Tuntaskan Pemusnahan 11 Kontainer Jahe Impor di Surabaya

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) resmi menuntaskan pemusnahan 11 kontainer jahe impor asal India dan

TribunJatim.com/ Fikri Firmansyah
(ki-ka) Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil dan Kepala Karantina Pertanian Surabaya, Mussyafak Fauzi saat mengunjungi TPS untuk memonitoring penuntasan pemusnahan 11 kontainer jahe impor asal India dan Myanmar. Kamis (8/4/21). 

Reporter: Fikri Firmansyah | Editor: Januar AE

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) resmi menuntaskan pemusnahan 11 kontainer jahe impor asal India dan Myanmar yang tidak memenuhi persyaratan karantina pertanian.

Penuntasan pemusnahan terhadap tanaman yang termasuk kategori rempah-rempah itu dilakukan di Terminal Petikemas Surabaya (TPS) dan dimonitoring langsung oleh Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil.

"Terima kasih atas kerjasama semua pihak, khususnya PT Semen Indonesia Gresik yang telah memfasilitasi sarana pemusnahan berupa rotary klin burning," kata Ali Jamil kepada TribunJatim.com saat melakukan monitoring pelaksanaan tindakan karantina tersebut di TPS Surabaya (8/4/2021). 

Baca juga: Detik-detik Menegangkan Perampok di Gresik Dipergoki Warga, Motor Pelaku Dibakar, Lihat Nasibnya

Ali juga mengatakan, pihaknya telah memastikan bahwa seluruh proses pemusnahan telah dilakukan dengan cepat dan tepat.

"Seluruh prosedur sudah kami jalankan dan tentunya setelah melakukan kajian dan hasil analisa risiko dari pihak Barantan, hingga pada tahap pemusnahan," jelas Jamil.

Secara rinci, Kepala Karantina Pertanian Surabaya, Mussyafak Fauzi yang turut hadir dan mendampingi mengungkapkan bahwa pemusnahan dilakukan secara bertahap.

Masing-masing 1 kontainer dimusnahkan menggunakan alat pembakar bersuhu tinggi atau  incinerator milik di  PT. Hijau Alam Nusantara (HAN) pada tanggal 26 Maret 2021 di Mojokerto dan 10 kontainer lainnya menggunakan alat pembakar bersuhu tinggi mencapai 1.400 derajat celcius atau rotary klin burning milik PT Semen Gresik Indonesia mulai tanggal 5 hingga 8 April 2021.

"Sesuai ketentuan yang berlaku, seluruh biaya pemusnahan ditanggung oleh importir, yakni masing-masing  PT. Indopak Trading,  PT. Mahan Jaya Indo Global dan PT. Putra Jaya Abadi," jelas Mussayafak.

Dikatakannya juga, penuntasan ini tentunya sejalan dengan arahan Bapak Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dan dukungan dari Komisi IV DPR RI, pelaku usaha dan pihak terkait lainnya yakni guna menjaga produktivitas dan melindungi kelestarian sumber daya pertanian tanah air.

Sementara itu, General Manager of Mining & Raw Material PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Suharyanto menyebutkan pemusnahan jahe impor asal India dan Myanmar dengan menggunakan alat dari pihaknya didasarkan pada kerjasama  PT SIG dan Barantan.

"Ini menjadi bagian dari dukungan kami terhadap upaya perlindungan petani dan sumber daya alam hayati kita. Jangan sampai pertanian kita rusak atau bahkan punah karena hama," kata Suharyanto.

Sebagai informasi, sebelumnya Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Surabaya melakukan tindakan karantina berupa penolakan terhadap  287,754 ton yang dikemas dalam 11 kontainer asal India dan Myanmar.

Komoditas yang masuk melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya ini setelah dilakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium dinyatakan kotor, bertanah dan mengandung nematode berjenis  Aphelenchoides fragrariae.

Kumpulan berita Jatim terkini

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved