Breaking News:

Pemkot Malang Beri Waktu Sepekan Bagi Pemasang Reklame di Monumen Suhat

Sikap tegas diambil oleh Pemerintah Kota Malang setelah mengetahui sebuah papan reklame yang sudah dibangun di Monumen Pesawat Jalan Soekarno Hatta

tribunjatim/kukuh
Monumen pesawat di ruas Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang yang telah dipasangi iklan rokok. 

Reporter : Rifky Edgar | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG -  Sikap tegas diambil oleh Pemerintah Kota Malang setelah mengetahui sebuah papan reklame yang sudah dibangun di Monumen Pesawat Jalan Soekarno Hatta Kota Malang ternyata belum memiliki izin.

Salah satunya ialah mengancam akan melakukan pembongkaran terhadap reklame tersebut apabila si pemasang reklame tidak bisa menuntaskan izinnya dalam waktu sepekan.

"Saya berikan waktu satu minggu untuk selesaikan IMB. Kalau tidak, nanti pasti kita tindak, dengan bongkar itu. reklame," ucap Kepala Pjs Sekda Kota Malang, Hadi Santoso.

Pria yang akrab disapa Soni tersebut mengatakan, bahwa berkaitan dengan kasus ini pihaknya masih melakukan kajian berkaitan dengan aturan yang telah ditetapkan.

Pasalnya, sesuai dengan Peraturan Wali Kota Malang Nomor 27 Tahun 2015 pasal 38 menyebutkan, bahwa monumen pesawat yang berada di Jalan Soekarno Hatta dilarang untuk dipasangi papan reklame.

Baca juga: Kecolongan, Reklame di Monumen Pesawat Suhat Kota Malang Ternyata Tak Berizin

Baca juga: Puluhan Tahun Mencari Pengelola Perumahan, Warga Perumahan ABR Gresik Sekarang Lega

Baca juga: AA LaNyalla, Ketua DPD RI Apresiasi Inovasi Program One Pesantren One Product di Jatim

Sedangkan di Perda RDTRK Nomor 5 Tahun 2015 Kota Malang, Soni mengatakan, bahwa Monumen Pesawat di Suhat merupakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dua, yang artinya RTH bersyarat.

"RTH yang bersyarat, yaitu boleh digunakan maksimum 15 persen dari luasan monumen. Sehingga boleh digunakan untuk iklan, untuk reklame. Lah sekarang memang masih saya cari IMB nya prosesnya sampai seberapa, kalau belum ya sudah nanti dihentikan dulu," terangnya.

Soni mengatakan, bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Satpol PP Kota Malang dan Disnaker-PMPTSP Kota Malang untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

Pihaknya juga memerintahkan, agar menutup sementara papan reklame tersebut sampai selesainya terbit Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

"Saya minta supaya tidak dioperasionalkan dulu sampai nanti IMB-nya harus terbit. Kapan IMB terbit, saya beri batasan waktu satu minggu," pungkasnya kepada TribunJatim.com.

Ber

berota tentang Monumen pesawat

Penulis: Rifki Edgar
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved