Breaking News:

Selama Dua Pekan, 313 Kasus Diungkap Polrestabes Surabaya dan Jajaran Saat Operasi Pekat Semeru 2021

Demi wujudkan keamanan dan kenyamanan serta ketertiban masyarakat di kota Surabaya, kepolisian menggelar Operasi Pekat Semeru 2021 selama dua pekan

surya/firman
Salah satu tersangka curanmor yang ditembak kakinya dalam operasi pekat oleh Polsek Sukolilo Surabaya 

Reporter: Firman Rachmanudin I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Demi wujudkan keamanan dan kenyamanan serta ketertiban masyarakat di kota Surabaya, kepolisian menggelar Operasi Pekat Semeru 2021 selama dua pekan sejak tanggal 22 Maret hingga 2 April 2021.

Operasi kepolisian yang disebut operasi pekat (penyakit masyarakat) itu menyasar berbagai tindak kriminalitas mulai dari kejahatan jalanan, hingga urusan minuman keras dan prostitusi.

Hasilnya, ada 313 kasus yang berhasil diungkap polisi mulai dari Satuan Fungsi di Polrestabes Surabaya hingga Polsek Jajaran.

Satresnarkoba Polrestabes Surabaya mecatatkan 30 kasus terungkap, sementara Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil mengungkap sebanyak 51 kasus yang didominasi oleh kejahatan jalanan yakni 28 kasus.

Sementara itu, untuk polsek jajaran, Polsek Sukolilo menjadi yang paling atas di antara polsek lainnya dengan torehan hasil ungkap 19 kasus, disusul Polsek Rungkut 18 kasus dan Polsek Sukomanunggal dengan 15 kasus.

Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo menyebut, upaya kepolisian terus dilakukan secara maksimal guna menekan angka kejahatan dan wujudkan kamtibmas terutama jelang ramadhan dan idul fitri.

"Operasi pekat ini memang kami tujukan jelang ramadhan dan idul fitri. Sasaran bukan hanya kejahatan jalaman saja. Narkotika,minuman keras dan petasan juga menjadi target operasi. Ini agar masyarakat Surabaya bisa jalankan ibadah dengan tenang selama ramadhan nantinya," kata Hartoyo, Kamis (8/4/2021).

Selain itu, Hartoyo mengapresiasi kinerja satuan fungsi dan jajarannya yang telah berupaya maksimal melakukan pelemahan-pelemahan terhadap potensi tindak kejahatan baik yang sudah terjadi seperti kejahatan jalanan maupun kegiatan-kegiatan yang bisa jadi pemicu aksi kejahatan itu sendiri.

"Upaya represif dan preventif juga dilakukan. Kami apresiasi dan berterimakasih kepada anggota yang sudah berupaya maksimal dalam operasi pekat kali ini," tandasnya.

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Ndaru Wijayanto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved