Breaking News:

Berita Surabaya

Surabaya Tetap Vaksin Warga Saat Ramadhan, Bisa Dilaksanakan Siang Hari

Pemerintah Kota Surabaya rencananya tetap akan melaksanakan vaksinasi kepada warga selama Ramadhan. Untuk pelaksanaan vaksinasi, Pemkot akan

TribunJatim.com/ Bobby Constantine Koloway
Eri Cahyadi saat meninjau proses vaksinasi di Surabaya 

Reporter: Bobby Constantine Koloway | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya rencananya tetap akan melaksanakan vaksinasi kepada warga selama Ramadan. Untuk pelaksanaan vaksinasi, Pemkot akan menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam sosialisasi.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengutip fatwa MUI, menjelaskan bahwa vaksinasi di siang hari tak membatalkan puasa. Oleh karenanya, masyarakat diharapkan untuk tak khawatir mengikuti vaksin.

"Saya menyampaikan kepada seluruh masyarakat Surabaya untuk tetap bisa divaksin sesuai dengan fatwa MUI Kota Surabaya. itu diperbolehkan," kata Cak Eri ketika dikonfirmasi di Surabaya, Kamis (8/4/2021).

Sehingga, pelaksanaan vaksin pada siang hari kemungkinan tetap akan dilakukan. "Jangan pernah ragu bahwa vaksin yang dilakukan pada pagi hari, siang hari atau pada waktu kita menjalankan ibadah puasa itu tidak membatalkan puasa. MUI memberikan fatwa terkait itu sehingga kita sebagai umat Muslim yakin bahwa vaksin tidak membatalkan puasa," katanya.

Baca juga: Kluruk Kantor Bupati Lumajang, Warga Pasirian Tolak Aktivitas Tambang Pasir

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga sudah mengeluarkan fatwa nomor 13 Tahun 2021, tentang hukum vaksinasi Covid-19 saat berpuasa. Disebutkan bahwa vaksinasi Covid-19 dipastikan tak akan merusak puasa umat Islam Indonesia.

Berdasarkan fatwa MUI, Nadia mengatakan bahwa vaksinasi tetap bisa dijalankan pada siang hari. Bahkan, jika memungkinkan ada penambahan sesi vaksinasi pada malam hari.

Tak hanya pada saat Ramadhan, saat ini pun pemkot juga mengebut pelaksanaan vaksinasi. Terutama, bagi kalangan takmir dan pengurus masjid.

Apalagi, Pemerintah termasuk Pemkot Surabaya juga mengizinkan masyarakat untuk beribadah secara berjamaah di masjid atau Mushola. Sehingga dengan divaksin, masyarakat juga nyaman dalam beribadah.

Sekalipun demikian, Cak Eri tetap mengingatkan bahwa pelaksanaan ibadah di Masjid harus tetap menerapkan protokol kesehatan. Misalnya, dengan membatasi jumlah jemaah hingga menggunakan masker.

"Terawih memang diperbolehkan. Tapi, prokes nya tetap dijaga. Harus 50 persen, sehingga ada jaga jarak tiap jemaah," kata Cak Eri.

Termasuk, waktu ceramah yang juga dibatasi oleh Kementerian Agama. "Ceramah juga tidak terlalu lama, ini juga diatur," katanya.

Berdasarkan aturan Kemenag, Salat fardu lima waktu, salat tarawih dan witir, tadarus Al Quran, dan iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas masjid/musala. Sekaligus, menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman satu meter antarjamaah, dan setiap jamaah membawa sajadah/mukena masing-masing.

Sementara acara pengajian, ceramah, taushiyah, kultum Ramadhan dan kuliah Subuh, dibatasi paling lama dengan durasi waktu 15 menit. Peringatan Nuzulul Quran di masjid/musala pun mesti dilaksanakan dengan pembatasan jumlah jemaah paling banyak 50 persen. (bob) 

Kumpulan berita Surabaya terkini

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved