Breaking News:

240 Imam dan Marbot Masjid Al Akbar Sudah Divaksin, Siap Gelar Ibadah Tarawih dengan Prokes Ketat

Masjid Al Akbar Surabaya akan menggelar salat tarawih di bulan puasa mendatang dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. 

TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Suasana gelaran salat Jumat berjamaah di Masjid Al Akbar Surabaya, Jumat (5/6/2020). 

Reporter: Fatimatuz Zahroh I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM, SURABAYA - Masjid Al Akbar Surabaya akan menggelar salat tarawih di bulan puasa mendatang dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. 

Humas Masjid Al Akbar, Helmy M Noor mengatakam sejumlah aturan sudah disiapkan. Hal guna mencegah terjadinya penyebaran virus saat pelaksanaan ibadah salat tarawih

"Masjid Nasional Al Akbar Surabaya insyallah akan menyelenggarakan salat tarawih 1442 H. Alhamdulillah 240 Imam, muadzin, guru ngaji dan marbot sudah melaksanakan vaksin Sinovac Covid-19," tegas Helmy, pada Tribunjatim, Jumat (9/4/2021). 

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan salat tarawih dilaksanakan dengan kuota 25 persen dari kapasitas masjid.

Hal ini serupa dengan pelaksanaan salat Jumat yang sudah berlangsung selama masa pandemi covid-19. 

Detail teknisnya yaitu jamaah sholat tarawih masuk dalam area sholat melalui sisi utara (pintu nomor 3), sisi timur (pintu nomor 23) dan sisi  selatan (pintu nomor 43).

Kemudian jamaah salat tarawih wajib mengenakan masker selama beribadah. Saat memasuki masjid, mereka harus melalui pengecekan suhu tubuh, masuk bilik sterilisasi dan mencuci tangan dengan handsanitizer/sabun dengan air yang mengalir.

"Kami juga sudah mengatur shaff  jamaah salat tarawih. Kita atur jaga jarak sesuai ketentuan dan sudah diberi tanda. Dan yang juga penting, jamaah dihimbau membawa sajadah sendiri," tegasnya. 

Selain itu, untuk menghindari kerumunan usai salat, alas kaki jamaah wajib dimasukkan kantong dan dibawa masuk ke dalam masjid (ditaruh samping shaff salat). Kantog untuk alas kaki dipersilahkan pada para jamaah untik membawa masing-masing. 

"Dalam pelaksanaannya nanti, kami sudah memberikan sosialisasi agar bacaan Imam tarawih adalah surat-surat pendek. Agar ibadahnya juga tidak terlalu lama. Dan yang dipastikan usai sholat tarawih tidak ada salaman," tegasnya. 

Hal itu diterapkan agar tidak ada saling kontak satu dengan yang lain selama pelaksanaan ibadah salat Jumat. Selanjutnya, ditegaskan Helmy bahwa Masjid Al Akbar akan ditutup 30 menit selesai salat tarawih atau sekitar pukul 21.00 WIB. 

"Aturan protokol kita tegakkan dengan harapan nanti masyarakat tetap bisa beribadah dengan tenang dan khusyu, dan menambah ibadah selama bulan Ramadan," pungkas Helmy. 

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Ndaru Wijayanto
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved