Breaking News:

Pembelajaran Tatap Muka Secara Terbatas Didukung Tokoh Pendidikan

Di Jakarta, Rabu (7/4/2021) sudah dilakukan ujicoba pembelajaran tatap muka (PTM) di 85 sekolah tingkat SD-SMA/SMK. Mereka melakukan PTM selama 3-4 j

SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Pembelajaran tatap muka siswa di SMPN 1 Surabaya, Senin (7/12/2020). 

Penulis : Yoni Iskandar | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, JAKARTA - Tanpa terasa tahun ajaran baru 2021-2022 sudah dekat. Para guru dan orang tua murid sangat berharap agar anak-anak mereka bisa belajar tatap muka segera dibuka.

Di Jakarta, Rabu (7/4/2021) sudah dilakukan uji oba pembelajaran tatap muka (PTM) di 85 sekolah tingkat SD-SMA/SMK. Mereka melakukan PTM selama 3-4 jam yang berlangsung -29 April 2021.

Ini merupakan tindak lanjut dari keluarnya Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri. SKB yang ditandatangani oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri itu mengatur soal pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Menanggapi hal tersebut, pengamat vaksinasi dari Universitas Indonesia, Prof Tjandra Yoga Aditama memahami dengan keluarnya SKB tersebut.

Menurutnya, pemerintah sudah memandang perlu pembelajaran tatap muka, namun harus dilakukan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat, seperti menjaga jarak, menggunakan masker, dan dilengkapi fasilitas cuci tangan dengan air mengalir.

Selain itu, keluarnya SKB itu bukan berarti pada tahun ajaran nanti akan dibuka PTM juga disesuaikan kondisinya nanti. “Kan masih beberapa bulan, kalau nanti pas PTM berjalan dan kasus (Covid-19) naik bisa berubah lagi,” kata mantan Direktur Jendral Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan itu.

Tjandra meminta masyarakat jangan terlalu gembira dulu melihat laju perkembangan kasus Covid-19 belakangan ini. Sebab, sewaktu menjadi Direktur Organisasi Kesehatan Dunia Wilayah Asia Tenggara (WHO-SEARO), ia pernah merasakan perkembangan kasus Covid-19 di India – dimana ia berkantor di New Delhi, India – yang berubah- rubah secara drastis. “India pernah mengalami kasus harian bertambah hanya 10.000 kasus. Namun beberapa hari kemudian naik 100.000 kasus. Jadi, susah diprediksi,” imbuhnya.

Baca juga: Harris Vriza Akui Sempat Takut Main Bareng Artis Senior di Tayangan Pesbukers New Normal

Baca juga: Gus Baha, Anak Marah, Anak Minta Uang Banyak, Itu Cerminan Orang Tua Rakus

Baca juga: LaNyalla : Masyarakat Merindukan Liga Indonesia

Menurut Dekan Fakultas Pascasarjana Universitas YARSI, Jakarta itu, para orang tua murid tak perlu kawatir meskipun anak-anak mereka belum divaksinasi. Vaksinasi Covid-19 masih dalam taraf uji klinis, sehingga belum bisa diberikan pada tahun ajaran baru nanti.

Orang tua tak perlu cemas, kasus penularan Covid-19 pada anak-anak, seperti murid Pendidikan Anak Usia Dini relatif sedikit dibandingkan pada orang dewasa lansia. Kecuali itu, guru-guru mereka baru boleh mengajar apabila sudah divaksinasi. Meski begitu orang tua diberikan wewenang untuk membolehkan anaknya ikut PTM atau tetap pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Halaman
123
Penulis: Yoni Iskandar
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved