Breaking News:

Pembelajaran Tatap Muka Secara Terbatas Didukung Tokoh Pendidikan

Di Jakarta, Rabu (7/4/2021) sudah dilakukan ujicoba pembelajaran tatap muka (PTM) di 85 sekolah tingkat SD-SMA/SMK. Mereka melakukan PTM selama 3-4 j

Penulis: Yoni Iskandar | Editor: Yoni Iskandar
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Pembelajaran tatap muka siswa di SMPN 1 Surabaya, Senin (7/12/2020). 

Ia berharap vaksinasi Covid-19 harus tetap berjalan, sambil pemerintah mencari solusi terhadap sejumlah negara produsen vaksin melakukan embargo atau ketidakmampuan pabrik vaksin memenuhi komitmennya.

“Pemerintah perlu melakukan negosiasi ulang dengan produsen vaksin,”.

Pemerintah juga diminta tetap memprioritaskan vaksinasi kepada lansia yang rentan terpapar Covid-19.

Selain itu meningkatkan diplomasi, baik dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), membeli langsung, atau melalui hubungan bilateral. Kemudian pemerintah perlu menjajaki pembicaraan seperti dengan produsen vaksin lain di luar dari produsen atau instansi yang telah membuat komitmen dengan pemerintah, misalnya dengan Johnson & Johnson. Sejauh ini komitmen yang sudah didapat pemerintah, antara lain berasal dari Pfizer, AstraZeneca, Novavax, Moderna, Sinopharm, dan Sinovac.

Pentingnya menjaga kelancaran vaksinasi beralasan. Karena menurut data dari covid19.go.id, per 7 April 2021, jumlah orang yang sudah divaksinasi Covid-19 suntikan pertama adalah 8.975.366 orang, sedangkan yang sudah mendapat suntikan kedua sebanyak 4.378.351 orang. Jumlah tersebut masih jauh dari sasaran vaksinasi 181,5 juta.

Sementara itu, pengamat pendidikan Arief Rahman mengatakan bahwa sekarang sudah ada beberapa sekolah yang menyelenggarakan PTM. “(Itu) akan dikendalikan juga oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Dia (Kemenkes) akan menetapkan berapa jumlah muridnya, lalu jam belajarnya sampai jam berapa. Jadi semua sudah ada panduannya. Ngga ada masalah,” katanya.

Selanjutnya pemberian lampu hijau PTM terletak pada zona daerah itu – bukan berdasarkan pada jenjang pendidikan. Artinya meski SD, kalau zonanya merah, tetap tidak diijinkan PTM.

Menurutnya, lebih baik dilakukan PTM. Sebab, menurut Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia Untuk UNESCO, ada dua alasan. Pertama, kalau siswa pergi ke sekolah, secara fisik dia akan bergerak. “Akan ketemu dengan teman-temannya dia senang,” sambungnya. Kedua, siswa bisa bertanya langsung kalau ada masalah kepada gurunya.

PTM memang diharapkan banyak siswa, sebab pembelajaran jarak jauh selama ini menimbulkan keterlambatan pemahaman bagi siswa. Tidak semua siswa dapat menangkap penjelasan dari guru. Siswa dari SD sulit fokus dan berkonsentrasi menyimak materi pelajaran yang diberikan. Kecuali itu, banyak siswa yang menyelesaikan tugas dari guru tepat waktu.

Selain proses belajar mengajar, pemerintah juga dihadapi pada persoalan bulan puasa yang jatuh pada Selasa (13/4/2021). Pada waktu itu, semua orang yang beragama Islam yang sehat dan mampu diwajibkan untuk berpuasa selama sebulan dari Imsyak hingga Magrib.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved