Breaking News:

Berita Lamongan

Tambah Lagi 1 Rumah Sakit, Bupati Lamongan Yuhronur Beri Apresiasi Pada Muhammadiyah

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan Jawa Timur memperluas layanan kesehatan, meski sudah memiliki RS Muhammadiyah tipe B di jalan Jaksa Agung Suprap

surya/Hanif Manshuri
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi menandai grand opening RSMKL di Lamongan, Kamis ,(8/4/2021) 

Reporter : Hanif Manshuri | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan Jawa Timur memperluas layanan kesehatan, meski sudah memiliki RS Muhammadiyah tipe B di Jalan Jaksa Agung Suprapto, kini menambah satu rumah sakit lagi untuk rujukan tipe D di Kali Kapas.

Rumah sakit tipe D yang dimiliki Muhammadiyah ini sebelumnya adalah hasil take over dan pembelian dari pemilik rumah sakit sebelumnya, diluar naungan Ormas Muhammadiyah.

Proses perijinan diperbaharui pada 2018 dan ijin operasional didapat di tahun 2019, akhirnya pada 2021 ini Rumah Sakit Muhammadiyah Kalikapas Lamongan mulai beroperasi.

“Mohon maaf atas keterlambatan Grand Opening ini karena seharusnya tahun 2020 dan kemudian terjadi pandemi Covid 19, sehingga kita perlu melakukan penyesuaian-penyesuaian,” ungkap Direktur RSMKL dr. Romy Hari Pujianto saat Grand Opening RSMKL yang dihadiri Bupati Lamongan, , Kamis (8/4/2021)

Baca juga: LaNyalla : Masyarakat Merindukan Liga Indonesia

Baca juga: Gus Baha, Anak Marah, Anak Minta Uang Banyak, Itu Cerminan Orang Tua Rakus

Baca juga: 2 Tahun Bersuami Brondong, Muzdalifah Kini Disoroti: Simpan Kesedihan, Guratan Mata Tak Bisa Bohong

Menurutnya, RSMKL Merupakan RS type D yang memberikan layanan meliputi, IGD, Laborat, Radiologi, Rawat Inap, Kamar Operasi 24 Jam, Serta poliklinik spesialis.

Namun dr. Romy menekankan bahwa RSMKL berusaha berbeda. Disaat banyak rumah sakit meningkatkan layanan kuratif, RSMKL akan berperan banyak pada layanan-layanan preventif.

Diabetes Melitus (DM), Hipertensi (HT), Sindrome metabolic beserta kompikasinya, masih sangat mendominasi kunjungan pasien ke rumah sakit, berdasarkan data riskerdas jatim 2018 di Lamongan terjadi peningkatan prevalensi DM, HT, Obesitas dan salah satu factor resiko terbesarnya adalah asupan gizi yang salah dan buruk.

"Disinilah kami akan tampil beda dengan memberikan layanan spesialis gizi klinik, dokter dengan keahlian mengutak atik kadar gizi makanan sebagai upaya pencegahan penyakit bahkan bisa menjadi pengobatan, " ungkapnya.

Ditambahkan, spesialis gizi klinik ini masih sangat langkah, dan baru hanya ada satu di Lamongan, RSMKL.

Halaman
12
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved