Jatim Dapat Bantuan Rp 1 Miliar untuk Penanganan Pasca Gempa, Khofifah Siap Kawal Penyaluran

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan bahwa Pemerintah Pusat melalui BNPB memberikan bantuan senilai Rp 1 Miliar untuk.....

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/ima_zahra21
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendatangi lokasi gempa 

Reporter: Fatimatuz Zahroh I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan bahwa Pemerintah Pusat melalui BNPB memberikan bantuan senilai Rp 1 Miliar untuk percepatan penanganan pasca gempa bermagnitudo 6,1 di Kabupaten Malang. 

Ia menegaskan bahwa pihaknya siap mengawal penyerahan bantuan pada daerah terdampak dan masyarakat yang berhak serta menggunakan dana tersebut semaksimal mungkin untuk pemulihan pasca bencana.

"Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Pemerintah Pusat melalui BNPB. Pemprov Jatim tentunya akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk meringankan beban para pengungsi dan korban gempa," ungkap Gubernur Khofifah, Senin (12/4/2021).

Tidak hanya itu, BNPB juga telah memastikan bahwa warga yang terkena dampak akan mendapatkan bantuan senilai Rp 50 juta untuk rumah kategori rusak berat, Rp 24 juta kategori rusak sedang dan Rp 10 juta kategori rusak ringan. Bantuan tersebut di luar biaya pengerjaannya. 

Baca juga: Kisah Nenek Janda Sumenep Tinggal Sebatang Kara di Gubuk, Dapat Bantuan RTLH Hanya Batu dan Pasir

BNPB juga menyiapkan bantuan tunggu hunian sebesar Rp 500 ribu perbulan per rumah tangga agar digunakan untuk sewa tempat tinggal sambil menunggu pembangunan rumah selesai. 

“Ini menjadi kabar gembira yang insya allah dapat sedikit memberikan pelipur lara warga Jatim yang terdampak gempa. Paling tidak mereka terpikirkan solusi untuk membangun kembali rumah tinggalnya, dan mendapatkan bantuan pagi selama menunggu pengerjaan rumah selesai,” tegasnya.

Baca juga: BREAKING NEWS - Tas Hitam Mencurigakan Diduga Bom Hebohkan DPRD Kota Kediri

Sedangkan untuk fasilitas umum dan fasilitas sosial yang terdampak, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa penangannnya  ditangani oleh Kementerian PUPR.

“Nah untuk dana bantuan senilai Rp 1 Miliar yang kita dapatkan dari pusat, nanti peruntukannya adalah sebagai biaya operasional untuk Dapur Umum Lapangan yang tersebar di Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang. Bantuan ini akan sangat membantu dalam proses penanganganan kebencanaan saat tanggap darurat seperti saat ini,” imbuh Khofifah. 

Pemprov Jatim memastikan bahwa mereka akan bergerak cepat utamanya dalam penyaluran bantuan dan mengkoordinasikan dengan pihak terkait. Baik  bersama Forkopimda Jawa Timur, Pemda terdampak, BPBD, Tagana serta relawan lainnya.

Saat ini di lapangan pun dikatakan Khofifah sedang dimaksimalkan infentarisasi dan identifikasi data pemilik rumah, bangunan fasum dan fasos yang terdampak serta divalidasi oleh tim yang dikordinasikan oleh Bupati. 

Data tersebut diharapkan bisa diumumkan di Balai Desa atau tempat pengungsian agar segera terverifikasi sehingga pengerjaannya bisa lebih cepat. 

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved