Breaking News:

Ramadan 2021

Tarawih Jamaah di Batu Diimbau Kemenag Setengah Kapasitas Tempat Ibadah

Kantor Kementerian Agama Kota Batu mengimbau pembatasan jumlah jamaah yang beribadah di tempat ibadah umum selama Ramadan. Kepala Kantor Kementerian

TribunJatim.com/ Kuswanto Ferdian
Ilustrasi salat Tarawih yang wajib jalankan prokes di Batu 

Reporter: Benni Indo| Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, BATU – Kantor Kementerian Agama Kota Batu mengimbau pembatasan jumlah jamaah yang beribadah di tempat ibadah umum selama Ramadan. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batu, H Nawawi, mengatakan pembatasan kegiatan ibadah bisa dilaksanakan dengan kapasitas 50 persen.

Hal itu mengacu pada Surat Edaran (SE) Menteri Agama No. 03 dan No. 04 Tahun 2021, tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H/2021.

"Untuk Ramadhan tahun ini, mengacu pada SE Menag, bahwa segala kegiatan ibadah bisa dilaksanakan dengan pembatasan 50 persen dari kapasitas tempat ibadah dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat, apakah itu buka bersama, tarawih, tadarus dan seterusnya," jelasnya, Senin (12/4/20211).

Baca juga: Madura Berdarah, Mertua Tega Bacok Menantu Saat Salat, Bermula dari 1 Pertanyaan Soal Anak Pelaku

Kantor Kemenag Kota Batu telah mengumpulkan Ketua Ormas Islam, Ta'mir Masjid dan Dewan Masjid (DMI) se-Kota Batu. Mereka diberi pemahaman terkait pemberlakuan aturan sekaligus menyamakan persepsi tentang pelaksanaan kegiatan saat Ramadan. Dalam pengawasannya, Kantor Kemenag Kota Batu akan koordinasi dengan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batu dalam pengawasan SE Menag tersebut.

"Tentu kami akan koordinasi dengan gugus tugas dalam pengawasannya nanti,” katanya.

Dalam penerapan SE tersebut, Nawawi menjelaskan bahwa SE tidak tidak membahas soal sanksi. Meski begitu, akan ada tindakan dari petugas untuk mengingatkan pelanggar. Nawawi mengimbau agar masyarakat bisa mengikuti aturan dan agar potensi penularan bisa ditekan.

"Di SE tidak membahas sampai ke sana, tentu kami tegur dan koordinasikan dengan gugus tugas," tambahnya.

Sementara itu, Pemkot Batu tidak membatasi adanya usaha takjil yang biasanya muncul setiap Ramadan. Pemkot Batu bahkan berwacana akan memfasilitasi pedagang di depan Balaikota Among Tani agar mudah pengawasannya.

“Belum ada peraturan resmi, namun Pemkot Batu tidak melarang pasar takjil. Asalkan tetap menerapkan protap kesehatan,” kata Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso.

Lebih lanjut, Punjul menginginkan pedagang bisa menempati halaman Balaikota Among Tani dikarenakan pengawasan bisa lebih mudah dilaksanakan. Selain itu juga sebagai upaya pemecahan kerumunan karena biasanya pasar takjil dilaksanakan di kawasan Alun-alun Kota Batu.

Buka bersama juga tidak ada larangan. Namun dengan catatan, masyarakat dan wisatawan harus turut menjaga protokol kesehatan.

“Bagaimanapun juga ini tanggung jawab bersama. Upaya untuk untuk memutus mata rantai virus covid-19  nanti harus tetap dilanjutkan,” ujarnya. (Benni Indo)

Kumpulan berita Batu terkini

Penulis: Benni Indo
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved