Breaking News:

Ramadan 2021

Tradisi Megengan Bersama Tokoh Lintas Agama Doakan Korban Bencana Menjelang Bulan Ramadhan

Tradisi Megengan masih dilestarikan oleh warga di Kota Damai, Kecamatan Kedamean satu hari sebelum bulan Ramadhan. Tokoh lintas agama berdoa dan

TribunJatim.com/ Willy Abraham
Tradisi Megengan sambut Ramadan 2021di Gresik 

Reporter: Willy Abraham | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Tradisi Megengan masih dilestarikan oleh warga di Kota Damai, Kecamatan Kedamean satu hari sebelum bulan Ramadhan. Tokoh lintas agama berdoa dan menjaga kerukunan agama.

Tradisi yang berlangsung di masa pandemi Covid-19 berlangsung dengan sederhana. Gunungan kue tradisional apem tidak diarak keliling kampung seperti dahulu sebelum pandemi Covid-19.

Megengan kali ini berlangsung dengan doa bersama dari berbagai elemen agama. Seperti islam, katolik, protestan, hindu, budha dan komunitas kepercayaan.

Doa bersama lintas agama ini dipanjatkan karena musibah yang menimpa Indonesia seperti gempa, banjir bandang dan terorisme.

Korban bencana alam dan teror yang terjadi belakangan ini.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani menuturkan tradisi ini adalah budaya ketika memasuki bulan ramadhan umat islam, ritual budaya Magengan dengan gunungan kue apem.

"Bersama KH. Maruf bersama tokoh lintas agama, ada katolik, hindu, budha, kristen protestan dan lainnya. Megengan ini simbol toleransi umat beragama dihadiri tokoh masyarakat di Kota damai yang ada di kecamayan Kedamean. Terlihat harmonis, rukun sekali, mudah-mudahan ini menjadi pilot project, umat beragama walau berbeda terjalin kerukunan yang sangat baik," tuturnya.

Tokoh masyarakat, KH. Ma'ruf Amin mengatakan tokoh lintas agama berdoa atas musibah. Kemudian mengecam pengeboman yang tidak berprikemanusiaan.

Menurutnya, pengeboman itu adalah cara-cara kekerasan yang selama ini tidak diajarkan oleh agama manapun.

"Kita mengecam segala tindak anarkisme kekerasan intoleran dengan cara radikal yang tidak sesuai dengan visi dan misi bangsa kita. Melalui forum ini kita berdoa bersama sesuai dengan munajat sesuai dengan agama dan  keyakinan masing-masing. Semoga kedepan menjadi pioner pilot project ternyata di sebuah kampung ini rukun damai," tutupnya.

Setelah acara selesai warga langsung mengambil gunungan apem untuk disantap langsung bahkan dibawa pulang. (wil)

Kumpulan berita Gresik terkini

Penulis: Willy Abraham
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved