Breaking News:

Berita Magetan

Harga Bawang Merah Anjlok, Petani di Magetan Berharap Bantuan Modal Tanam

Harga bawang merah ditingkat petani di wilayah Magetan, turun drastis dari Rp 25 ribu/kilogram sekarang dihargai pedagang besar hanya Rp 5 ribu

TribunJatim.com/ Doni Prasetyo
Ilustrasi tanaman bawang merah di Magetan 

Reporter: Doni Prasetyo | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Harga bawang merah di tingkat petani di wilayah Magetan, turun drastis dari Rp 25 ribu/kilogram sekarang dihargai pedagang besar hanya Rp 5 ribu/kilogram. Padahal harga daun bawang merah per ikat saat ini Rp 5 ribu/ikat.

"Kondisi cuaca bisa mempengaruhi tanaman bawang merah. Karena fisiknya jelek, harga bawang merah dipasaran jatuh, hampir 75 persen,"kata Suryadi petani bawang merah warga Desa Bogoarum, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan.

Dikatakan Suryadi, panen sebelumnya bawang merah hasil panen petani Bogoarum, Magetan ini masih Rp 20 ribu/kilogram, sekarang ini hanya dihargai Rp 5 ribu/kilogram. Sedang harga daun bawang merah, seikat juga Rp 5 ribu.

Baca juga: Takmir Masjid An Nur Pare Kediri Imbau Jamaah Taat Prokes Saat Salat Tarawih Ramadhan Berjamaah

"Petani ambruk sekarang ini, tanam padi harga juga anjlok, tanam bawah merah juga ikut ikutan anjlok. Petani sekarang menangis tapi mau mengadu kemana, pupuk tanaman juga mahal, sudah mahal, sulit keberadaannya,"kata Suryadi.

Padahaàl, tambah Suryadi,  harga bawang biasanya setiap hari besar seperti puasa dan Idul Fitri harga bawang merah justru naik dari hari biasa. Tapi menjelang panenan ini, harga bawang merah kok malah merosot turun drastis.

"Kalau normalnya harga bawang merah, seharusnya Rp 25 ribu/kilogram. Dengan harga ini petani baru bisa untung. Karena harga anjlok di panenan ini, banyak petani yang menyimpannya menunggu harga membaik,"katanya.

Menurut Suryadi, bertanam bawang merah sebenarnya jauh lebih mudah dan tidak banyak makan pupuk tanaman. Namun harga bibit dan obat tanaman jauh lebih mahal. Kalau harga anjlok, petani bangkrut. 

"Ya enaknya, kalau sekarang harga anjlok, hasil panen bawang merah itu masih bisa disimpan untuk dijual setelah harga bawang merah membaik. Disimpan itu kalau petani tidak kesulitan biaya tanam lagi,"kata Suryadi, seraya mengatakan berharap bantuan nodal dari pemerintah.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Kabupaten Magetan, Uswatul  Chasanah, membenarkan harga ditingkat petani di kisaran harga Rp 12.000/kilogram.

"Untuk varian bawang merah bauji di tingkat petani dihargai Rp 12.000/kilogram,"kata Uswatul  Chasanah yang akrab dipanggil Ana ini kepada Surya, Selasa (13/4). 

Dikatakan Ana, memang sebaiknya petani menunda dulu menjual bawang merah hasil panennya, sampai harga di pasaran membaik, apalagi sebentar lagi hari Raya Idul Fitri.

"Memang petani sebaiknya hasil panen bawang merahnya "ditarang" (di simpan dengan digantung) dulu, sebentar lagi pasti harga naik, apalagi mendekati hari Raya Idul Fitri. Sedang panenan bawang merah di sentra di Nganjuk mulai habis, ini di sentra bawang merah baru mulai tanam,"pungkas Kepala TPHPKP.(tyo)

Kumpulan berita Magetan terkini

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved