Breaking News:

Bagi Takjil di Jalanan Dilarang, Satpol PP Surabaya: Penyaluran Makanan Bisa Ke Masjid

Pemerintah Kota Surabaya mengeluarkan Surat Edaran yang berisi larangan pembagian takjil di jalan.

sugiyono/surya
Keluaga besar jama'ah manaqib M-Tsalitsdhomenk's membagikan menu takjil kepada masyarakat disaat pandemi Covid-19. Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang ada di jalan raya, Kamis (14/5/2020). 

Reporter: Bobby Koloway I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang berisi Panduan Pelaksanaan Ibadah dan Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Selama Ramadan dan Idul Fitri 1442 Hijriyah. Satu di antara poinnya, mengatur larangan pembagian takjil di jalan.

Diharapkan, larangan pembagian takjil di jalan dapat mengantisipasi potensi kerumunan. Dikhawatirkan, hal ini bisa menimbulkan cluster penyebaran Covid-19

Hal ini tertuang dalam poin pertama huruf b yang tertulis bahwa pelaksanaan kegiatan pembagian takjil atau makanan gratis pada saat buka puasa atau sahur diutamakan agar disalurkan melalui masjid mushala dan/atau lembaga sosial/keagamaan guna menghindari terjadinya kerumunan. 

Di huruf c kemudian dilanjutkan bahwa pengurus masjid/mushala dan/atau lembaga sosial/keagamaan mengatur pelaksanaan pembagian takjil atau makanan gratis pada saat buka puasa atau sahur agar tidak dilaksanakan dijalan dan tidak menyebabkan terjadinya kerumunan. 

Melalui SE ini, Pemkot Surabaya berharap masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan selama puasa. Sehingga, ibadah puasa tetap nyaman dilakukan dan tak menimbulkan cluster penyebaran Covid-19

SE ini dikeluarkan pada Selasa (13/4/202) dengan ditandatangani Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

"Pak Wali Sudah membuat edaran. Tidak boleh membagi takjil. Wajib takjil dibagikan untuk masjid dan mushola," kata Kepala Satpol PP Surabaya, Eddy Christijanto di Surabaya, Rabu (14/4/2021). 

Sehingga, apabila masih ada masyarakat membagikan takjil di jalan maka pihak Satpol PP akan menertibkan.

"Kalau ada yang tetap bagi, kita tertibkan dan arahkan," katanya. 

"Intinya, kami kita tidak memberikan sanksi. Kami lebih kedepankan edukasi kepada masyarakat dengan mengarahkan agar takjil bisa dilakukan di masjid atau tempat ibadah," katanya. 

Biasanya, pembagian takjil di jalanan protokol Surabaya marak dilakukan saat puasa. Ini dilakukan oleh sejumlah elemen masyarakat hingga komunitas.

Berbeda dengan bagi-bagi takjil, jualan takjil diperbolehkan. Namun harus dilakukan pengaturan dan tata cara. Selain tidak boleh di tepi atau bahu jalan raya, penjual takjil bertanggung jawab atas penerapan protokol kesehatan.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Ndaru Wijayanto
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved